Bermain Ring Basket Hidup Munculkan Keberanian Anak

     AnggunPaud -   Awal masuk sekolah sangatlah menantang bagi para pendidik khususnya dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karena harus memiliki berbagai cara agar anak – anak mau bermain tanpa didampingi orang tuanya. Anak – anak yang masih malu dengan lingkungan barunya, keinginan anak yang beragam, serta sikap egosentris yang ada dalam diri anak, menjadi sebab kegiatan bermain kurang efektif.

    Bermain merupakan fitrah anak, namun saat anak tidak tertarik dalam permainan tersebut, yang terjadi anak – anak akan terus bersama dengan orang tuanya. Yang menjadikan ketidakpuasan orang tua akan sikap anaknya. Sehingga sering terjadi orang tua yang tidak segan memarahi anak di sekolah. Agar semua itu tidak terjadi, maka selain merencanakan kegiatan terlebih dahulu, para pendidik perlu mempertimbangkan kegiatan bermain yang mampu membangkitkan keberanian anak. Seperti, bermain ring basket hidup.

    Permainan Ring Basket Hidup saya dapatkan dari sebuah buku yang berjudul 101 outbound untuk anak. Yang kemudian saya aplikasikan dalam membangkitkan keberanian anak terutama awal masuk pendidikan. Bagaimana cara bermain ring basket hidup?.  Saat bermain Ring Basket Hidup, kita hanya membutuhkan : satu keranjang tempat sampah dan bola besar lentur, serta kehadiran anak – anak dan juga guru. Cara bermain:

- Nyanyikan lagu “Bergandeng tangan – bergandeng tangan, bergandeng tangan” 2x, lalu diteruskan dengan lagu “ Lingkaran kecil, Lingkaran besar”. Bermaksud agar anak berdiri membentuk lingkaran.

- Kemudian, salah satu guru memegang keranjang, dan melemparkan bola kepada salah satu guru lain, kemudian guru tersebut melemparkan bola ke arah keranjang yang dipegang oleh guru.

- Setelah anak memahaminya, dengan melihat contoh tersebut maka permainan dimulai.

- Berdoa terlebih dahulu sesuai agama dan kepercayaan anak-anak.

- Guru mulai melemparkan bola ke arah masing – masing anak, dan meminta anak melemparkan bola ke arah keranjang yang di pegang guru.

- Lakukan dengan berurutan, mulai dari anak yang pertama sampai terakhir dan ulangi lagi sampai beberapa kali. Anak – anak akan antusias sekali. Dan anak – anak tidak akan berhenti sebelum merasa lelah.

- Guru hendaknya menyiapkan fisik yang kuat, karena energinya akan mempengaruhi sikap anak.

- Keberhasilan bermain Ring Basket Hidup, salah satunya anak – anak tidak mau berhenti bermain, meskipun waktu sudah siang, dan suasana panas matahari menyengat tubuh.

- Setelah permainan selesai, mengucapkan syukur.

   Permainan Ring Basket Hidup, tidaklah sama seperti bermain ring basket pada umumnya. Dimana, anak – anak akan melemparkan bola dalam keranjang yang diam, dan jarang sekali anak – anak yang mampu memasukkan bola dalam keranjang. Sehingga sering kali anak menjadi tidak percaya diri dan berputus asa tidak mau mencoba lagi. Karena sikap anak yang tidak mudah menerima kegagalan. D

   Dalam bermain Ring Basket Hidup, anak – anak berpeluang besar untuk berhasil, karena guru akan menyesuaikan bola yang dilempar anak, yang mana bola tersebut akan masuk ke dalam keranjang. Senang bukan?. Anak – anak akan terus memiliki keberanian dalam melakukan sesuatu, berani mencoba dan tidak takut gagal. Meskipun sesungguhnya di dalam permainan seperti ini pun, masih ada anak – anak yang sulit memasukkan bola ke dalam keranjang. Namun, anak – anak tetap merasa bahagia dan mau mencoba lagi dan lagi.

   Sikap keberanian sangatlah dibutuhkan oleh anak – anak. Karena salah satu pengaruh kesuksesan seorang anak kelak saat dewasa adalah keberanian anak saat usia dini. Dengan sikap berani, anak mampu mengembangkan kemampuan yang ada di dalam diri, diantaranya;

Anak mampu menanya dan mengungkapkan sesuatu. Anak yang cerdas adalah anak yang sering bertanya mencari jawaban dalam memenuhi rasa ingin tahunya. Maka, tidak perlu memarahi anak saat anak memiliki keberanian untuk terus bertanya, sebelum merasa puas atas jawaban yang diberikan. Dan saat anak – anak mampu mengungkapkan sesuatu, sebaiknya dengarkan celotehan anak yang tidak kunjung berhenti. Karena, bagaimanapun anak ingin orang tuanya mendengarkannya.

Anak mau bermain dengan temannya. Saat sikap keberanian dalam diri anak meningkat, maka anak akan mampu bersosialisasi dengan teman – temannya. Di mana, akan membuat hati anak nyaman. Sehingga anak mampu bersekolah sendiri tanpa ditemani orang tuanya. Anak mampu mencari solusi Sesungguhnya anak – anak yang berani akan mampu mencari solusi saat dihadapkan dalam persoalan. Seperti, berebut mainan dengan teman, bertengkar dan sebagainya. Yang mana, hal tersebut sangatlah memerlukan keberanian. Serta, akan membuat anak semakin kreatif.

Anak bebas berekspresi. Apabila pengetahuan anak terus bertambah, maka anak akan semakin meningkatkan keberaniannya dalam melakukan sesuatu. Sehingga anak akan leluasa untuk bereksperimen dalam mengeksplor dunianya. Anak mampu tampil di depan kelas Tanpa disuruh, biasanya anak akan berani mengacungkan jari saat guru bertanya, “Siapa yang mau bernyanyi?”. Dan anak pun akan melakukannya dengan senang hati. Yang akan membuat orang tuanya bangga, dengan sikapnya yang tidak pemalu lagi.

Anak mampu menunjukkan hasil karya. Anak pemalu identik dengan rasa takut, takut akan dimarahi saat mencontoh gambar dan tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh gurunya misalnya. Serta, merasa minder saat hasil karyanya tidak sebaik teman – temannya. Yang nantinya, menurunkan semangat anak untuk belajar. Karena anak pemalu biasanya takut akan kegagalan, sehingga lebih suka tidak melakukan apapun dari pada mencoba tapi gagal. Oleh sebab itu, dengan keberanian anak akan mampu mencoba dan menunjukkan hasil karyanya, seperti apapun bentuknya.

Anak mampu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biasanya, anak yang berani akan lebih mudah untuk bersyukur, meskipun menghadapi kegagalan. Dan pantang menyerah dalam menggapai apa yang menjadi keinginan. Dalam hal ini dapat dicontohkan, di saat kegiaatan menggunting misalnya, anak yang pemalu cenderung berhenti sebelum selesai, dan anak yang berani akan terus mencoba sebelum menghasilkan guntingan kertas yang rapi. 

Sikap berani juga mendekatkan pada sikap pandai bersyukur bukan?. Anak akan lebih tanggap lingkungan Pada saat di mana pun anak – anak akan lebih tanggap dengan lingkungan, dengan keberanian yang dimiliki. Seperti, ketika anak menumpahkan air, maka anak akan mencari sesuatu yanga dapat membersihkan air yang tumpah. Sehingga keterampilan fisik sangatlah dipengaruhi oleh keberanian, selain juga dari kemampuan berpikirnya. Untuk itu, sangatlah penting membangkitkan keberanian anak sejak dini dalam menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan anak agar optimal. Sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas. Sekian, semoga bermanfaat.*

*(Yuli Kismawati, Guru KB Qothrun Nada Sokawera)

sumber gambar : https://ikidzconsultancy.wordpress.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar