Asa Tukang Pijat Mencerdaskan Anak Bangsa

Sehari-hari Maemunah atau yang biasa dipanggil dengan ibu Munah menekuni profesi sebagai tukang pijat, yang jarang dilakoni kaum wanita. Hal tersebut dilakukan karena suaminya  sakit, dimana dokter tidak tahu penyakit yang dideritanya.

Ibu Munah awalnya berprofesi sebagai pembuat gula aren. Mulai dari memanjat pohon aren dan mengolahnya menjadi gula merah, serta memasarkan.  Selain itu beliau masih sempat berjualan kue keliling. Pada suatu saat keliling berjualan kue, beliau mendengar orang berteriak kesakitan habis melahirkan. Ibu Munah mencoba memijat orang tersebut dan akhirnya sembuh. sejak itu beralih profesi menjadi tukang pijat keliling.

Dari pagi hingga malam hari tamatan Paket C ini tanpa lelah menekuni profesinya. Namun di balik profesinya tersebut, ada niat suci dalam hati ibu Munah untuk mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. “Hanya ada satu cita-cita yang selalu ada dalam pikirian saya inginkan anak-anak mendapat pendidikan”, ungkapnya ketika Tim Direktorat Pembinaan PAUD bertemu beliau.

Ketertarikan Ibu Munah mendirikan PAUD, ketika beliau pergi ke Masjid Raya (Islamic Center) Manado, sambil melihat lembaga PAUD yang ada di sana. “Saya senang melihat anak-anak PAUD yang belajar di sana,  saya ingin juga anak di kampung saya seperti mereka, karena kampung ini saya tidak ada sekolah Islam (PAUD) yang melayani anak-anak yang beragama islam”, ujarnya.

Untuk mewujudkan cita-citanya, beliau rela menyisihkan sebagian besar hasil jerih payahnya untuk mendirikan PAUD. Jika dalam satu hari mendapat Rp. 300.000,-  maka sebanyak Rp. 200.000,- dia sisipkan untuk ditabung dan sisanya Rp. 100.000,- digunakan untuk kebutuhan hidup keluarga.

Sepulang dari menjalankan ibadah Haji pada tanggal 2 Juni 2013, ibu Munah mulai mendirikan lembaga PAUD dengan nama PAUD Annisa di Desa Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Tahap awal mendapatkan jumlah anak sebanyak 15 orang anak, dengan 2 orang tenaga pengajar termasuk ibu Munah. Selain mendirikan PAUD beliau juga mendirikan Madrasyah Ibtidayah (MI).

Awal mendirikan PAUD tidaklah mudah bagi ibu Munah. Ketika ibu Munah melapor ke kepala Desa tentang niat untuk mendirikan PAUD, mendapat penolakan karena di desa tersebut telah terdapat lembaga PAUD. Namun karena keteguhan hati dan keinginan besar bahwa di desanya belum ada PAUD yang khususnya melayani anak usia dini  yang beragama Islam. Akhirnya kepala desa mengizinkan untuk mendirikan PAUD. Selain itu adanya ketidaksukaan atas pendirian PAUD dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. “Pada awal pertama proses pembelajar PAUD, kami malah di lempari batu dan bebek busuk,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, pada tanggal 7  Januari 2017 bangunan PAUD Annisa roboh akibat angin topan di Kota Manado sehingga proses pembelajaran di pindahkan ke rumah beliau. Namun beliau tidak pantang menyerah, dan berusaha kembali membangun ruang belajar PAUD dari hasil pijat. Kini telah terbangun 2 ruang kelas bermain anak.

Memori robohnya bangunan PAUD Annisa dituangkannya dalam catatan harian kecil “Pada tanggal 7 Januari 2017 terjadi angin topan dan rubuh sekolah PAUD tempat bermain anak-anak dan rumahnya yang besar miring ke kanan. Sudah tidak bisa sekolah anak-anak , lalu anak-anak pindah ke rumah saya di belakang”. 

Jumlah murid di PAUD Annisa sebanyak 35 orang yang terdiri dari Kelompok Bermain sebanyak  18 anak, dan Taman Kanak-Kanak (TK) sebanyak 17 orang anak. Dan jumlah guru sebanyak 3 orang dengan gaji Rp. 500.000,- perbulan. Sumber pendanaan gaji guru semuanya berasal dari hasil pijat ibu Munah.

Untuk mendukung operasional pembelajaran ibu Munah tidak mematok biaya pembayaran bagi orang tua murid, dan boleh dikata sebagian besar gratis.  “Biar tidak bayar yang penting anak sekolah, jangan sampai anak tidak masuk sekolah karena terkendala oleh pembayaran”, ungkapnya. Suatu cita-cita yang sangat mulia dalam mencerdaskan anak bangsa menyongsong hari depan yang cerah. (@drianto)

Bagikan Artikel Ini

Komentar (2)

  • Saamah, S.Pd

    sebuah kisah yang sangat menginspirasi, indahnya berbagi kebahagiaan

    2018-08-19 13:47:00
  • fatih

    Sepulang dari menggerakkan streaming kompas tv beribadah Haji pada tanggal 2 Juni 2013, ibu Munah mulai dirikan instansi PAUD bersama nama PAUD Annisa di Desa Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Step awal mendapat jumlahnya anak sekitar 15 orang anak, bersama 2 orang streaming gtv tenaga pengajar termasuk juga ibu Munah. Tidak cuman dirikan PAUD beliau juga dirikan Madrasyah Ibtidayah

    2018-07-24 11:33:00

Silahkan Login untuk memberi komentar