Ibu Negara Timor Leste Kagumi PAUD "0" Km

Negara Timor Leste, Cidalia Lopes Nobre Mouzinho disela kunjungan kenegaraan suaminya, Presiden Republik Demokratik Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo terkesan dengan program Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.

Kekaguman dirinya terhadap PAUD disampaikan ketika mengunjungi PAUD percontohan "0" Km di Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Jumat (29/6). Hampir satu setengah jam Cidalia antusias berinteraksi dengan siswa PAUD.

"Saya senang sekali bisa datang dan melihat secara langsung PAUD yang dibuat pemerintah Indonesia. Ini menjadi bekal pengetahuan bagi kami untuk juga mengembangkan PAUD di Timor Leste," ujar Ibu Presiden Timor Leste.

Dalam kunjungannya, ibu negara Timor Leste ysng masih fasih berbahasa Indonesia itu didampingi oleh Direktur Jendral PAUD Harris Iskandar, ibu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Suryan Widati dan ibu Dharma Wanita Kemdikbud.

Kunjungan tersebut dipandu oleh Kepala Subdit Sarana dan Prasarana PAUD Ennah Suhaenah yang menjelaskan PAUD di Kemdikbud merupakan daycare sebagai solusi bagi ibu bekerja di kota-kota besar. Bukan hanya sekadar tempat menitipkan anak, daycare saat ini juga memiliki program yang bertujuan memberi stimulasi pada si kecil.

"Nama tempat kami ini Taman Penitipan Anak (TPA) Pendidikan Anak Usia Dini Mekar Asih. Namun biasa disebutkan PAUD KM 0 Kemendikbud, masyarakat mengenalinya sebagai salah satu PAUD terbaik di Jakarta, bahkan dilabeli sebagai PAUD percontohan," kata Annah.

Bunda Annah menjelaskan bahwa halaman depan merupakan tempat anak bermain bebas saat baru diantar sebelum kegiatan PAUD dimulai, dan saat menunggu orang tua. Ragam permainan ini dimaksudkan agar anak tidak bosan dan bisa bereksplorasi. Ibu Negara Timor Leste menggoreskan buku tamu di halaman depan PAUD 0 Km.

Dijelaskan oleh Annah kegiatan PAUD sendiri baru dimulai pukul 08.30 pagi. Anak-anak akan diminta untuk cuci tangan, berdoa, yang langsung dilanjutkan dengan kegiatan makan pagi. Setelah itu, anak akan dikelompokkan sesuai kategori usianya dan melanjutkan aktivitas dengan kelompok masing-masing.

Ada tiga kelompok di PAUD Mekar Asih KM 0. Pertama adalah kelompok bintang untuk anak usia 1-3,5 tahun, kelompok bulan untuk anak 3,5 sampai 4,5 tahun dan kelompok matahari untuk anak 4,5 sampai 6 tahun. Sayangnya, PAUD Mekar Asih KM 0 tidak menerima anak di bawah satu tahun.

“Ruangannya dan fasilitasnya sih ada cuma SDMnya kita yang belum cukup. Saat ini SDM kita hanya 14 orang, pengajarnya 8 dengan jumlah anak 35 orang,” tutur Bunda Annah. Selain yang sudah disebutkan di atas, PAUD Mekar Asih KM 0 juga memiliki fasilitas lain dan tergolong lengkap.

Tak hanya ruang kelas, PAUD Mekar Asih KM 0 juga memiliki area bermain peran, area musik, area prakarya hingga unit kesehatan serta toilet khusus anak-anak. “Karena konsep kita kan bermain sambil belajar, tidak diajarkan calistung (baca, tulis, hitung) tetapi dikenalkan secara bertahap,” tandasnya lagi.

Bicara soal program pengajaran, PAUD Mekar Asih KM 0 berpedoman langsung kepada Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 bagi PAUD dan Permendikbud nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD. Tentu saja karena berada di linkungan Kemendikbud, penerapan Permenkes tersebut wajib dilakukan. Dalam kunjungan tersebut ibu negara bertukar cendera mata dengan ibu menteri Pendidikan RI.

Ibu negara Timor Leste dalam pesan dan kesannya menulis sangat senang bisa datang dan belajar dari sekolah ini. Dia berharap ansk-anak yang belajsr disini akan menjadi anak yang berguna bagi bangsa, negara dan masyarakst. Eko B Hsrsono

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar