Survey Save The Children: Tumbuh Kembang Anak Indonesia Peringkat 105 dari 175 negara

JAKARTA - Lembaga nirlaba Save the Children merilis daftar negara terbaik untuk tumbuh kembang anak. Singapura dan Slovenia berada di urutan pertama.

Organisasi yang berkantor pusat di London, Inggris, itu menggunakan delapan indikator untuk menilai negara-negara yang disurvei, yakni angka kematian di bawah usia lima tahun, kasus pengerdilan anak, angka putus sekolah, pekerja anak, pernikahan di bawah umur, tingkat kelahiran remaja, jumlah pengungsi anak akibat konflik, dan kasus pembunuhan anak.

Hasil survei terhadap 175 negara, Singapura melampaui poin rata-rata delapan indikator tersebut dengan meraih indeks End of Childhood 987 dari 1.000.

Angka kelahiran remaja hanya 3,8 dari 1.000 berusia antara 15-19 tahun dibandingkan rata-rata dunia yang mencapai 50,4. Poin Singapura juga melampaui rata-rata dunia untuk indikator angka kematian anak di bawah usia lima tahun.

Capaian Singapura naik signifikan, padahal pada tahun lalu peringkatnya berada di 33. Namun, Save the Children mengakui ada beberapa ketidakkonsistenan dengan sumber data yang digunakan dalam laporan 2017. Metodologi mereka pun diperbaiki sehingga akurasinya lebih besar.

Sementara itu negara Asia yang masuk dalam daftar 20 besar adalah Korea Selatan dan Jepang, masing-masing di urutan delapan dan 19. China berada di posisi 40.

Di Asia Tenggara, Malaysia berada di urutan kedua setelah Singapura walau perbedaan peringkatnya sangat jauh yakni di posisi 67.

Indonesia berada di peringkat 105 dengan poin 794, hanya satu peringkat di bawah Filipina (799). Negara Asia Tenggara yang berada di bawah Indonesia adalah Myamar dan Timor Leste masing-masing di posisi 107 (791) dan 128 (718).

Negara lain di Asia Tenggara secara berurutan adalah Brunei Darussalam, Thailand, dan Vietnam di atas Indnesia.

"Ini hasil yang mengejutkan bagi Singapura, di mana anak-anak merasakan nikmatnya hidup sehat," kata Direktur Regional Asia Save the Children, Hassan Noor Saadi, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Senin (4/6/2018).

Dia melanjutkan, Singapura merupakan tempat yang baik bagi anak untuk berkembang dengan akses ke pendidikan berkualitas serta pelayanan medis. Singapura juga menjadi negara paling aman di dunia.

Sementara itu 10 negara dengan peringkat terbawah diisi dari kawasan Afrika Barat dan Afrika Tengah. Niger berada di posisi paling bawah untuk dua tahun berturut-turut dengan poin 388. AFP|Eko B Harsono 

Berikut 20 negara peraih indeks tertinggi End of Childhood Index 2018:

1-2. Singapore dan Slovenia (987 poin)

3-4. Norwegia dan Swedia (985)

5. Finlandia (984)

6-7. Irlandia dan Belanda (981)

8-10. Islandia, Italia, Korea Selatan (980)

11. Portugal (979)

12-13. Siprus dan Jerman (978)

14-15. Prancis dan Spanyol (977)

16. Belgia (976)

17-18. Australia dan Swiss (975)

19-21. Israel, Jepang, dan Luksemburg (973)

Sementara itu, 10 Negara dengan indeks terendah

175. Niger (388)

174. Mali (420)

173. Afrika Tengah (421)

172. Chad (424)

171. Sudan Selatan (475)

170. Somalia (483)

169. Nigeria (513)

168. Guinea (524)

167. Sierra Lione (553)

166. Kongo (556).

Sumber gambar: http://dokteranakku.net/articles/2014/09/peran-orang-tua-dalam-tumbuh-kembang-anak.html

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar