Nilai Moral Pendidikan Cerita Anak

    Anggunpaud - Setiap manusia dihadapkan oleh banyak norma dalam lingkungan masyarakat sehingga tidak memungkinkan seorang manusia hidup dan bertindak sekehendak hatinya terlepas dari manusia lain. Nilai pendidikan moral berkaitan dengan ajaran baik buruk yang berlaku di masyarakat mengenai perbuatan, sikap atau kewajiban seseorang.

   Tujuan dari pendidikan moral yang terdapat dalam cerita anak secara umum adalah untuk menanamkan karakter anak k earah yang lebih baik. Pendidikan moral menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat seorang individu atau dari suatu kelompok yang meliputi perilaku, tata karma yang menjunjung tinggi budi pekerti dan nilai asusila.

   Cerita anak merupakan salah satu karya sastra dengan sasaran pembaca anak. Melalui cerita, anak mendapatkan pendidikan yang menyenangkan, sehingga tanpa disadari, cerita dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai dan pendidikan moral bagi anak. Salah satu nilai yang diangkat oleh pengarang melalui cerita anak berupa pendidikan moral seperti sikap dan perilaku positif. Seperti kita ketahui, tujuan dari pendidikan moral yang terdapat pada cerita anak secara umum adalah menanamkan karakter anak ke arah yang lebih baik.

    Dengan memberikan buku berisi bahan bacaan adalah anak akan merasa senang. Selain itu, cerita anak juga dapat menstimulasi imajinasi anak, mampu membawa ke pemahaman diri sendiri dan orang lain. Cerita anak akan mempengaruhi proses imitasi anak dengan meniru karakter-karakter yang baik pada cerita anak.

    Nilai pendidikan moral dalam cerita anak, dapat berupa moral positif atau moral negatif. Moral positif tentu sesuai dengan norma atau aturan di masyarakat. Sedangkan moral negatif akan bertentangan dengan norma atau aturan di masyarakat. Dengan begitu, memberikan cerita anak dalam rangka meningkatkan pendidikan moral sangat penting bagi anak. Beberapa nilai pendidikan moral dalam cerita anak yang menunjukkan moral positif di antaranya;

Pertama, Menanamkan sikap bekerja keras. Menanamkan sikap bekerja keras merupakan nilai moral positif, karena sesuai dengan norma dan aturan di masyarakat. Dengan bekerja keras seseorang akan mendapatkan sesuatu yang diinginkannya meskipun dalam melakukannya harus dengan susah payah. Perilaku kerja keras dapat ditanamkan anak sejak usia dini. Misalnya memberikan tanggung jawab kebersihan dan kerapian kamar kepada anak atau membantu orang tua untuk mencuci piring. Melalui pembiasaan ini diharapkan dapat tumbuh sifat bekerja keras pada anak. Dengan begitu, seorang anak akan mengerti bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan maka ia harus melakukan suatu usaha. Saat anak menginginkan kenyamanan di dalam kamar, maka ia harus bersedia membersihkan dan merapikannya.

Kedua, Ajaran agar bersikap patuh kepada orang tua. Bersikap patuh kepada orang tua merupakan nilai moral positif, karena sesuai dengan norma dan aturan di masyarakat. Nilai pendidikan moral berupa kepatuhan seorang anak terhadap orang tua wajib diajarkan kepada anak-anak. Moral ini menyangkut dengan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain. Hal ini akan menunjukkan sikap hormat pada orang lain terlebih kepada orang tua. Tidak hanya itu, anak yang sejak dini diajarkan untuk patuh dan tidak berkata keras akan menumbuhkan kepribadian yang baik pada anak.

Ketiga, Ajaran untuk peduli terhadap kesusahan orang lain. Peduli terhadap kesusahan orang lain juga merupakan nilai moral positif. Sikap peduli merupakan sikap untuk memberikan pertolongan kepada orang lain yang tengah mengalami kesulitan atau penderitaan. Sikap peduli juga dapat berarti tidak mengabaikan orang lain. Sejak dini, anak dapat diajarkan untuk memperhatikan orang lain dengan tidak mengacuhkan. Dengan begitu, sikap peduli menjadi karakter yang baik bagi anak.

Keempat, Ajaran untuk meminta maaf atau memaafkan. Menyadari kesalahan yang telah diperbuat bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh semua orang. Karena hal ini berkaitan dengan hati yang bersih dan sikap rendah hati seseorang. Anak-anak dapat diajarkan tentang sikap rendah hati. Rendah hati akan memberikan kesadaran dalam menilai dan memperbaiki diri sendiri, termasuk menyadari kesalahan diri sendiri. Anak-anak akan belajar dari kesalahan dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak membuat kesalahan yang sama. Kesalahan ini akan dilihat bukan sebagai beban. Akan tetapi kesalahan ini akan dijadikan sebagai pelajaran.

Kelima, Ajaran agar menjaga kelestarian alam. Menjaga kelestarian alam termasuk moral positif. Salah satu bentuk sikap menjaga kelestarian alam dapat dilakukan dengan cara menghargai lingkungan sebagai sumber daya yang harus dijaga dan dipelihara fungsinya. Nilai moral tersebut dapat ditunjukkan dengan upaya mengajak anak untuk menanam pohon, menyiram tumbuhan dan melestarikannya. Sikap menghargai lingkungan dengan cara menjaga kelestarian alam perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Penanaman nilai-nilai terhadap kelestarian alam sekitar kepada anak-anak dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk berpartispasi dalam kerja bakti.

Keenam, Ajaran untuk bersikap sabar. Anak sama hal seperti orang dewasa. Ia akan menjalani kehidupan dengan mengalami berbagai permasalahan hidup. Bersikap sabat merupakan nilai moral positif, karena sesuai dengan norma dan aturan di masyarakat. Nilai pendidikan moral berupa kesabaran seseorang dapat diajarkan kepada anak-anak. Moral ini menyangkut pada hubungan sosial antara seseorang dengan makhluk lain seperti manusia dan juga binatang.

Ketujuh, Ajaran agar senantiasa bersyukur. Sikap melahirkan rasa syukur yang dilakukan oleh seseorang merupakan nilai moral positif. Penanaman sikap syukur dalam diri anak dapat dilakukan melalui hal sederhana, misalnya membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasih saat diberikan pertolongan.

   Demikian beberapa nilai moral dalam cerita anak yang dapat ditanamkan pada diri anak. Melalui penguatan kosakata yang diberikan pada anak. Perbendaharaan anak akan bertambah sehingga dapat meningkatkan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik didapatkan dari anak dengan upaya-upaya yang didapatkan dalam keseharian dan kebiasaan anak baik di dalam keluarga atau lingkungan sekitarnya. Dengan memberikan penanaman moral positif pada cerita anak, hal itu akan menumbuhkan kepribadian positif pada anak.

   Setiap anak membutuhkan referensi untuk bersikap dan berperilaku. Melalui cerita anak yang baik, anak akan mengambil manfaat agar berupaya berperilaku dan bersikap positif. Anak akan memahami norma dan perilaku yang sesuai dengan masyarakat. Sehingga, hal itu akan menumbuhkan kebiasaan melakukan hal terpuji untuk diri sendiri dan orang lain.

sumber gambar : https://the-artifice.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar