Guru PAUD Ikut Pelatihan UNICEF Melahirkan

EUIS SUCIATI (42), guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Cigudek, Kabupaten Bogor,  tidak pernah menyangka akan melahirkan anak keempatnya ditengah kegiatan pelatihan yang diselenggarakan United Nation Childrens Fund (UNICEF) bekerjasama dengan Rumah Anak Kreatif di sebuah hotel berbintang tiga di Kota Bogor.

Masa kehamilan yang telah memasuki mingggu ke 36 atau Sembilan bulan tidak menghalangi semangatnya untuk ikut pelatihan yang memang sudah ditunggunya untuk meningkatkan kompetensi guna menjadi bekal  mengasah kemampuannya mengajar siswa PAUD SPS Dahlia tempatnya mengajar 37 anak  di Kampung CIkolong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudek, Kabupaten Bogor .

“Saat mengikuti pelatihan saya memang tengah hamil Sembilan bulan. Kata dokter Puskesmas dan bidan yang memeriksa, diperkirakan akhir  bulan Maret melahirkan. Makanya saya nekad saja ikut pelatihan  UNICEF pada awal bulan Maret,” ujar Euis kepada  di Bogor disela pelatihan Batch ke 3 UNICEF, pekan lalu.

Dengan menggunakan sepeda motor, Euis yang saat itu tengah hamil besar datang ke tempat pelatihan tanpa didampingi sanak saudara dan suaminya. “Suami saya penilik sekolah, waktu itu dia sedang tugas ke luar kota bogor ikut pelatihan yang dibuat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Karena merasa masih jauh hari kelahiran makanya saya mengendari sendiri sepada motor,” katanya.

Hari pertama dan kedua pelatihan, lanjut Euis, dirinya masih mengikuti pelaksanaan pelatihan dengan sangat antusias. Pelatihan batch pertama UNICEF yang berlangsung selama sepekan itu memberikan motivasi besar bagi Euis bahwa dirinya akan lebih baik lagi dalam mengajar selesai pelaksanaan pelatihan.

Namun, pada malam hari ketika hari kedua pelatihan selesai dan dirinya telah menikmati makan malam perutnya merasa mulas. Kontraksi pertama dirasakan begitu kuat pada pukul 20.30 WIB setelah dia menjalankan ibadah Sholat Isa secara beruntun kontraksi terjadi. Tentu saja teman satu kamar Euis yang juga seorang guru PAUD dari Kecamatan Parung panik.

Teman satu kamarnya pun   langsung memberi tahu Panitia. Kemudian, panitia memutuskan agar Euis segera dibawa ke rumah sakit bersalin. Dengan menggunakan mobil milik salah seorang panitia Euis diantar ke bidan tempat dirinya memeriksakan kehamilan.Pihak keluarga yang sebelumnya telah dihubungi yaitu suami dan sejumlah kerabatnya sudah ada di rumah bersalin.

“Ternyata kontraksi saya malam hari itu sudah bukaan satu. Saya baru melahirkan pada jam dua siang. Alhamdulilah diberikan kelancaran dan kemudahan. Anak saya laki-laki saya berikan nama Halim Bintang Nugraha.  Saya memberikan nama Nugraha sebagai penghargaan terhadap mas  Nugraha dari UNICEF yang menjadi mengurusi program PAUD di Indonesia. Semoga anak saya seperti mas Nugraha juga. Ganteng dan pintar serta bermanfaat hidupnya bagi banyak orang,” ujar Euis.

“Sekarang anak saya sudah satu bulan, sengaja saya  bawa kedalam kegiatan ini yang kebetulan menyediakan ruang bagi anak PAUD untuk menemani saya ikut pelahitan,” katanya

Direktrur Pembinaan PAUD Kemendikbud, Ella Yulaelawati, Ph.D yang menjadi nara sumber nasional dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas semangat dan kegigihan yang dilakukan Ibu Euis. Sejumlah hadiah diberikan kepada sang putra seperti tempat tidur bayi, mainan anak, perangkat kebutuhan mandi dan baju-baju bayi.

“Saya sangat terkesan dengan semangat serta kegigihan ibu Euis. Bisa dibayangkan militansinya untuk menjadi guru PAUD yang baik dengan mengikuti pelatihan sangat kuat. Semoga kisahnya melahirkan ditengah pelatihan guru PAUD dimaknai sebagai bentuk motivasi belajar dan menimba ilmu bagi para guru PAUD yang lain,” katanya. Eko Harsono 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar