Ajarkan Anak-Anak Kejujuran Sejak Dini

    AnggunPaud – Survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada rentang 2012-2013  di dua kota di Jawa Tengah menghasilkan temuan hanya empat persen ibu yang mengajarkan kejujuran pada anak-anaknya. Hasil kajian itu juga menunjukkan bahwa 80 persen anak mengaku mendapatkan pendidikan dari ibu ketimbang ayah. Terkait kejujuran dalam konteks KPK dikaitkan dengan tindakan dini dari pencegahan korupsi.

    Survei tersebut secara tidak langsung telah menunjukkan betapa pentingnya peran pengasuhan dari orang-orang terdekat di sekitar anak dalam menanamkan nilai kejujuran sejak dini. Orang tua dan guru memegang peranan yang sangat penting untuk melatih dan mengembangkan nilai kejujuran pada anak. Mengajari anak-anak untuk bersikap tidak jujur dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.   

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menjelaskan hampir separuh penduduk Indonesia adalah kaum perempuan, oleh karena itu perempuan memegang peranan penting dalam pencegahan korupsi.

   Betapa pentingnya menanamkan nilai kejujuran sejak dini. Orang tua dan guru memegang peranan yang sangat penting untuk melatih dan mengembangkan nilai kejujuran pada anak,  bahwa bersikap tidak jujur dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.

    "Sebagian besar perempuan Indonesia merupakan ibu rumah tangga, yang memiliki peran besar dalam mendidik anaknya. Kejujuran harus dimulai dari pikiran dan tindakan, serta menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan. Jika kejujuran betul-betul dilaksanakan maka tidak akan terjadi korupsi, “ ujarnya.

   Kejujuran harus dimulai dari lingkungan terkecil mulai dari keluarga. Perempuan sebagai agen antikorupsi harus berani mengatakan yang benar adalah benar, begitu juga ketika salah serta hidup sederhana sehingga bisa menjadi teladan bagi anak-anak dan lingkungan sekitarnya.

    Bagi orang tua, pelajaran tentang kejujuran bisa dilakukan sedini mungkin. Sejak anak-anak mampu diajak berkomunikasi orang tua dan guru saat di sekolah perlu mendukung anak-anak dengan perilaku yang jujur. Dengan demikian anak akan tumbuh dengan nilai kejujuran yang tinggi dan memiliki rasa tanggung jawab yang akan berguna bagi dirinya baik di masa sekarang maupun yang akan datang.

    Orang tua dan guru bila ingin menanamkan kejujuran pada anak harus menghindari reaksi negatif terhadap kejujuran yang dilakukan anak sebab yang biasanya dilakukan orang dewasa akan bersikap meremehkan, menertawakan, atau bahkan memarahi ketika anak berkata jujur.

    Cara terbaik adalah orang-orang dewasa di sekitar anak, memulai dari sekarang untuk berhenti berbuat tidak jujur dengan cara menghindarkan anak-anak dari menyaksikan perbuatan-perbuatan tidak jujur yang kita lakukan. Atau, setidaknya jangan sampai terlihat oleh anak-anak kita. Kejujuran merupakan langkah awal untuk terbebas dari korupsi. Jujur terhadap diri sendiri menjadi modal utama.*KUR2

 sumber gambar : http://sayangianak.com/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar