Menumbuhkan Kreativitas Anak dengan Benda Di Sekitar

  AnggunPaud -  Pada masa dahulu anak – anak menggunakan alam sekitar saat bermain. Terlebih anak – anak yang hidup di lingkungan pedesaan jarang sekali anak yang memiliki boneka, mobil – mobilan ataupun mainan lainnnya. Namun, mereka tetap saja bisa bermain boneka dan mobil - mobilan serta permainan tradisional yang melibatkan fisik dengan memanfaatkan benda-benda yang berada di sekitarnya.

   Tanpa alat bermain seperti yang saat ini mudah diperoleh dari warung hingga toko mainan, anak – anak di lingkungan pedesaan sangat bahagia karena anak-anak dapat bermain bebas mengenal alam sekitar yang sangat bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan anak , seperti; anak–anak dapat menggunakan pelepah pisang atau dari pelepah jagung dan rambut-rambut pada tanaman jagung untuk membuat boneka. Sementara anak laki – laki bisa membuat mobil – mobilan dari kulit jeruk bali, atau perahu dari kertas ataupun kulit kelapa.

   Bermain dengan alat yang dapat dibuat sendiri akan lebih mengasyikkan dibanding dengan alat bermain yang diperolehnya dari toko mainan. Dan saat anak dapat membuat mainan sendiri diharapkan kelak akan menjadi orang yang bebas dari ketergantungan. Karena, kemampuan dirinya untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Anak dapat belajar dari kegagalan Ketika anak gagal dalam membuat mainan yang akan digunakan seperti, anak perempuan yang membuat boneka dari pelepah pisang, namun hasilnya tidak bagus karena tidak ada rambut yang terurai di kepala boneka. Maka, anak akan berusaha memperkaya mainnnya dengan mencari bahan tambahan lain di sekitarnya.

   Sikap terus berusaha inilah, yang akan membantu anak saat mengalami kegagalan. Pemahaman akan pentingnya berusaha, serta kegagalan adalah sebuah tantangan akan membantu perkembangan anak sehingga anak tidak mudah menyerah, tidak pesimis dan selalu berpikir positif. Anak cenderung lebih kreatif, memiliki banyak cara untuk memecahkan suatu persoalan merupakan pemikiran yang kreatif.

    Pemikiran kreatif tersebut tidak muncul begitu saja, akan tetapi melalui sejauh mana pengalaman yang diperoleh. Kreativitas dapat dilatih saat anak – anak memiliki banyak kesempatan untuk menggunakan pikirannya. Misalnya, saat anak ingin bermain mobil – mobilan, maka akan banyak ide yang muncul pada anak. Anak akan terus mengembangkan mobil – mobilannya hingga menjadi mobil – mobilan yang bagus. Selain dapat digunakan sendiri , anak juga dapat bermain dengan temannya.

  Semakin sering anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, semakin tinggi tingkat kreativitas anak. Seorang anak yang kreatif dipengaruhi oleh lingkungan, yang dapat memperkaya pengetahuan anak. Serta anak mampu mengolah dengan baik pengetahuan yang didapat. Dengan cara memberikan kesempatan yang luas pada anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya, dan tidak selalu memanjakan anak*

* Yuli Kismawati, Pendidik PAUD

sumber gambar : http://www.marghanita.com/we-are-part-of-nature/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar