Mengembangkan Kemampuan Menulis Sejak Dini

      AnggunPaud -  Mengapa ya anak saya belum bisa menulis, padahal saya sering mengajari anak untuk menulis. Tetapi belum bisa menulis juga?,” kata seorang Ibu. Saya melihat harapan orang tua yang begitu besar akan anak –anak yang dapat menulis di usia dini . Meski terkadang cara yang dilakukan oleh orang tua kurang tepat. Seperti yang dilakukan kebanyakan orang tua saat mengajari anak – anaknya menulis yakni dengan cara menggenggam tangan anak yang sedang memegang pensil ataupun spidol kemudian menuntun tangannya untuk menulis huruf.

     Selain itu, perkembangan bahasa anak juga akan sangat mempengaruhi kemampuan menulis pada anak. seperti, anak yang sering mendengarkan orang tuanya membacakan cerita, maka anak akan sangat mudah untuk belajar menulis. Kemampuan literasi akan sangat mudah dibangun ketika anak sering mendengar, yang kemudian anak akan dapat mengkomunikasikan serta menuliskannya. Kemampuan menulis akan lebih mudah diajarkan pada anak yang sudah peka akan literasi. Seperti anak usia 2 tahun yang sudah memiliki kesenangan memegang alat tulis dan membuat coretan – coretan entah pada kertas maupun dinding.

     Lalu bagaimana dengan anak yang akan memasuki pendidikan Sekolah Dasar (SD) tapi belum dapat menulis?. Sebenarnya membuat coretan juga termasuk aktivitas menulis, karena coretan yang digambar anak biasanya mengandung sebuah ungkapan. Hal tersebut terlihat ketika anak membuat coretan, pada akhirnya anak akan menceritakan coretan – coretan tersebut dengan detail bukan?. Namun, tidak perlu khawatir memiliki anak yang belum dapat menulis atau ingin memiliki anak yang memiliki kemampuan menulis dengan baik. Setidaknya berilah aktivitas yang dapat menstimulasi kemampuan motorik halus sehingga otot – otot jari anak akan lentur. Aktivitas tersebut seperti;

- Meremas. Ajaklah anak mencari dedaunan kering untuk diremas, anak – anak pasti akan merasa senang. Ketika tidak ada daun maka dapat menggunakan kertas atau koran bekas serta hasil daun atau kertas yang sudah diremas dapat juga dijadikan sebuah bola.

- Merangkai . Anak – anak sangat suka bermain benda – benda berwarna seperti rantai atau manik – manik. Yang dapat digunakan untuk kegiatan "meronce". Ketika tidak memiliki rantai ataupun manik – manik yang warna – warni maka meronce dapat dilakukan dengan cara memakai dedaunan ataupun kertas yang sudah dipotong – potong.

- Menangkap dan melempar bola. Di usia dini anak akan merasa senang untuk bermain bola. Meski terkadang anak baru mampu menangkap bola ketika sudah melakukannya beberapa kali. Disinilah anak akan melatih kemampuan motorik halus serta motorik kasarnya. Bola adalah sesuatu yang sangat menarik hati anak . Jarang sekali anak yang tidak memiliki kesenangan bermain bola.

- Senam jari. Sebelum melakukan aktivitas, orang tua sebaiknya membiasakan anak dengan senam jari. Seperti, dengan membuka dan menutup jari – jari tangan. Sehingga anak tidak mudah merasa lelah dan kemampuan menulis pun dapat dilakukan dengan mudah.

- Melukis dengan Jari. Anak – anak suka bermain warna, dengan melakukan aktivitas melukis dengan jari akan membuat anak dapat mengendalikan jari – jarinya melalui emosinya. Untuk itu, akan mudah bagi anak menggerakan otot – otot jari agar mampu memegang benda seperti pensil dengan benar.

    Demikian berbagai aktivitas yang dapat dilakukan agar anak memiliki kemampuan menulis sejak dini. Dengan melakukan aktivitas – aktivitas di atas akan memudahkan para orang tua mengajarkan menulis pada buah hatinya tanpa ada unsur paksaan. Serta meningkatkan keasyikan dalam belajar. *

* Yuli Kismawati, Pendidik PAUD Desa Sokawera, Cilongok Banyumas

sumber gambar : http://abclearningcenterfl.com/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar