Membangun Rasa Cinta pada Sang Pencipta

     AnggunPaud -  “ Setiap kali terdengar Azan, Fai bergegas mengambil air wudhu dan meminta sarung untuk shalat. Sampai neneknya merasa heran. Anak sekecil Fai, sudah seperti itu, ” kata Ibunya Fai. Memang karena usia Fai yang masih 2 tahun, Fai belum dapat melakukan gerakan shalat dengan benar. Akan tetapi, sudah tertanam rasa suka beribadah di dalam hati Fai. Sehingga tanpa disuruh oleh orang tuanya, Fai gemar melakukan ibadah sebagai bentuk rasa cintanya pada Tuhan YME.

    Tentunya semua itu tidak lepas dari pembiasaaan yang dilakukan dilingkungannya. Kebanyakan para orang tua mengajarkan anaknya untuk rajin beribadah dengan cara memberikan berbagai hafalan, pengertian tentang neraka dan surga, dan sebagainya tanpa memberikan contoh nyata wujud ibadah. Seperti, di usia dini anak harus hafal berbagai suratan padahal orang tuanya sebenarnya tidak hafal satupun.

    Berbeda dengan Fai, yang hanya diantarkan untuk belajar di Kelompok Bermain. namun, tidak banyak tuntutan dari orang tuanya. Oleh sebab itulah, meski Fai usianya paling muda akan tetapi perkembangannya sangat luar biasa. Berikut beberapa contoh yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk membangun rasa cinta pada sang pencipta :

Pertama, kenalkan anak tentang sifat wajib Allah. Dapat dikenalkan dengan lagu serta dikenalkan setiap hari sehingga anak terbiasa mengucapkan sifat – sifat Allah SWT. Dengan mengenal sifatNya, anak akan merasa semakin dekat dengan Allah.

Kedua, Ajak anak shalat berjamaah. Sesering mungkin shalat berjama’ah dilakukan maka akan memberikan kesempatan anak untuk mencintai ibadah. Sehingga anak akan merasa senang melakukannya. Dan tidak ingin untuk meninggalkannya. Sebagai perumpamaan seorang anak yang memiliki kesenangan bermain gadget maka akan sungkan untuk meninggalkannya bukan?. Shalat berjamaah tidak hanya dilakukan ketika di rumah. Pada saat di sekolah pun perlu adanya latihan wudhu dan shalat sebagai pembiasaan membangun rasa cinta pada Allah SWT. 

Ketiga, latih anak untuk memiliki sikap peduli terhadap sesama. Dengan cara mengajak anak merawat tanaman, memberi makan pada hewan piaraan ataupun dengan memberikan contoh senang berbagi makanan atau mainan dengan teman. Sesungguhnya anak membutuhkan model yang baik dan para orang tua yang harus memberikan contoh yang baik dalam mendidik anak – anaknya. *

*Yuli Kismawati, Pendidik PAUD Sokawera, Cilongok Banyumas

sumber gambar : https://www.pinterest.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar