Kiat Mengatasi Anak Hiperaktif

Kita sering melihat anak yang hiperaktif. Apapun yang ada di sekitar si anak seakan benda yang dapat dimainkan olehnya. Berlari– lari di dalam kelas saat kegiatan pembelajaran sudah menjadi hal biasa. Menggoda teman untuk bermain bersama pun sering dilakukan. Akan banyak orang tua yang tidak akan menerima tingkah laku anak hiperaktif. Namun, di sisi lain tidak baik pula kita mendiskriminasi anak hiperaktif.

Anak hiperaktif memang harus diperlakukan secara khusus. Berikut cara mengatasi anak hiperaktif. Pertama, manfaatkan perhatian anak pada sesuatu. Seperti, saat anak bermain mobil–mobilan tentunya perhatian anak tertuju pada mobil–mobilan tersebut. Dan biasanya anak akan mengganggu temannya dengan mobil–mobilan miliknya. Cobalah minta anak untuk berpura–pura mengisi bahan bakar dengan cara menyiapkan suatu benda yang dapat digunakan sebagai simbol pom bensin misalnya. Perhatian anak dengan demikian akan teralihkan.

Kedua, berikan perhatian kepada anak. Seorang anak hiperaktif memerlukan perhatian khusus dari orang-tuanya. Perhatian ini akan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Seiring berjalannya waktu, dengan perhatian khusus, perilaku  hiperaktif akan mulai dapat diatasi.

Ketiga, berikan kegiatan yang menarik hati anak .Setiap orang memiliki suatu kesukaan dan ketidaksukaan. Kesukaan akan membawa kesenangan dalam diri si anak yang akan membantu dia untuk terus berkembang. Kesukaan seorang anak hiperaktif dapat menjadi titik tolak dalam menentukan kegiatan yang mampu menarik hatinya. Setidaknya anak akan dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Dan biasanya anak hiperaktif menyukai kegiatan fisik motorik, baik motorik halus maupun kasar. Kegiatan tersebut seperti bercocok tanam, meronce, bermain bola dan lain sebagainya.

Keempat, ajarkan anak untuk dapat menerima kegagalan. Ketika anak gagal melakukan sesuatu, seperti saat biji kangkung yang ditanam tidak tumbuh seperti milik teman–temannya, maka berilah pengertian pada anak mengapa bijinya tidak tumbuh serta terus memberikan dukungan dan kesempatan anak untuk belajar dari kegagalan tersebut, sehingga anak mampu menerima kegagalan. 

Kelima, seringlah mengajak anak bercakap–cakap. Anak hiperaktif sangat suka berbicara. Untuk itu, kegiatan bercakap–cakap tentang tema tertentu bisa menjadi awal kegiatan pembelajaran. Ini karena anak hiperaktif tidak bisa fokus dalam mengikuti kegiatan. Sesungguhnya anak hiperaktif pun ingin diperhatikan. Perhatian orang tua pun sangat dibutuhkan. Karena, salah satu penyebab anak hiperaktif adalah memiliki orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak memiliki waktu untuk memperhatikan anaknya, sehingga ia merasa terabaikan. *

Yuli Kismawati, pendidik PAUD Sokawera Cilongok Banyumas

Sumber gambar: https://bisamandiri.com/blog/2015/08/terapi-bagi-anak-hiperaktif/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar