Berhenti Membandingkan Anak-anak Kita

   AnggunPaud - Kita mengenal pepatah ‘rumput tetangga selalu lebih hijau’. Nyatanya, kita sangat akrab dengan budaya itu. Seringkali, baik disadari atau tidak, sebagai orang tua kita sering membandingkan anak kita dengan anak-anak lain. Sebagai guru, kita sering membandingkan satu murid dengan murid lain. Sadarkah kita bahwa hal tersebut memiliki dampak buruk bagi perkembangan mental dan kehidupan mereka?

Pertama, menghilangkan kebahagiaan dan rasa percaya diri. Anak-anak yang biasa dibanding-bandingkan akan kehilangan rasa percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Ia akan sangat bergantung pada penilaian orang lain atas dirinya. Hal itu jelas akan membuatnya merasa tertekan dan tidak bahagia.

Kedua, menurunkan semangat untuk menjadi lebih baik. Anak-anak yang terbiasa dibanding-bandingkan cenderung bermotivasi rendah. Sebelum bertindak, mereka sudah dibayang-bayangi oleh perkataan-perkataan yang sifatnya membandingkannya dengan orang lain. Hal itu akan menimbulkan rasa enggan untuk berusaha.

Ketiga, mematikan potensi kecerdasan anak. Seringkali kita berdalih bahwa kegiatan membanding-bandingkan itu bertujuan untuk memotivasi anak agar belajar lebih giat dan lebih bersemangat belajar. Padahal, membandingkan-bandingankan kemampuan mereka menggunakan satu parameter yang seragam hanya akan membuat anak menjadi terpuruk. Hal itu bisa saja melemahkan potensi kecerdasan alamiahnya yang cenderung beragam (tidak sama antara satu anak dengan anak lainnya).

Keempat, memicu berpikiran negatif. Anak-anak yang terbiasa dibanding-bandingkan akan mudah berpikir negatif pada diri sendiri dan lingkungannya. Pelan-pelan hal tersebut dapat membentuk anak menjadi seorang yang judgemental atau mudah menghakimi sendiri (menyalahkan sesuatu atas kegagalannya). Orang tua dan guru harus bersedia belajar berpikiran terbuka, bahwa kemampuan dan kecerdasan anak sangatlah beragam. Analogi sederhananya: ikan sangat pandai berenang, tetapi dia tidak bisa terbang. Ada anak yang sangat menonjol di bidang olahraga atletik, tetapi bisa saja ia lemah di bidang seni suara.

   Tugas kita adalah memupuk potensi kecerdasan alamiah yang dimiliki anak agar tumbuh menjadi maksimal dan memberikan manfaat pada kehidupannya kelak. Memuji bahkan memberikan reward atas kemampuan dan usaha mereka adalah hal yang lebih bermanfaat daripada membanding-bandingkannya. Pujian adalah vitamin bagi anak. Memberikan pujian atas kemampuan dan kerja keras mereka akan menimbulkan rasa percaya diri dan bahagia. Anak yang percaya diri cenderung memiliki motivasi yang tinggi untuk berprestasi.

Ilustrasi: https://www.google.co.id/search?q=membandingkan+anak

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar