Diet Bermain Gawai

    AnggunPaud - Keberadaan gawai di ruang keluarga barangkali menjadi bahan pembicaraan yang tak kunjung henti. Orang tua yang tadinya terbiasa membiarkan anaknya bermain dan beraktivitas bersama teman-temannya di luar rumah, kini justru sering mengomel dan dibuat resah melihat fenomena anaknya yang asyik menyendiri dengan gawainya, sekalipun orang tua juga tahu betapa pentingnya seorang anak mengenal tentang gawai.

   Wajar saja jika kini orang tua memepertanyakan “Nak, apa yang kau lakukan dengan gawaimu? Atau lebih jauh lagi “Dalam sehari, rata-rata berapa jam, waktu yang kamu habiskan untuk bermain gawai?” termasuk ajakan orang tua pada anak untuk diet bermain gawai misalnya. Diet bermain gawai ini pada prinsipnya hampir sama dengan diet makan, hanya saja yang membedakan antara keduanya adalah terletak pada konteksnya.

   Barangkali diet makan ini dilakukan untuk memilah dan milih makanan, vitamin, gizi, nutrisi, dan zat lainnya yang berguna dan penting untuk dikonsumsi tubuh serta sesuai dengan umur pengkonsumsiannya sedangkan diet bermain gawai bagaimana memilah dan memilih aplikasi atau konten yang ada di dalam gawai dan mana saja yang boleh digunakan serta seberapa lama waktu yang diberikan pada anak untuk memainkan gawainya. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar anak bisa diet bermain gawai dan sekiranya apa saja yang harus dilakukan oleh para orang tua?

Pertama, atur jadwal bermain gawai anak. Orang tua bisa membuat kesepakatan bersama anak untuk menentukan kapan waktu yang diperbolehkan untuk bermain gawai. Orang tua juga bisa membatasi waktu bermain gawai anak. Satu jam setiap harinya misalnya. Dengan begitu hidup anak akan terpola dan paham kapan waktunya untuk bermain kapan waktunya untuk belajar dan kapan waktunya untuk aktivitas lain. Sehingga waktu keseharian anak sejak dini sudah tertata dengan baik.

Kedua, diskusikan dengan anak konten apa saja yang bisa dilihat dan dimainkan. Hal ini penting dilakukan sebab terkadang di dalam gawai terdapat konten-konten yang mendukung maupun kurang sesuai dengan perkembangan anak. Selain itu juga orang tua harus pandai memilah mana yang sekiranya bisa memberikan dampak positif pada perkembangan anak ataupun terhadap perilaku anak.

Ketiga, tidak membiarkan anak begitu saja selepas bermain gawai. Agar program diet bermain gawai ini berjalan dengan lancar maka saat anak selesai memainkan gawainya, sesekali ajaklah anak untuk berdiskusi tentang apa yang dimainkan maupun dilakukan dengan gawainya sehingga ada nilai positif-edukatif bagi anak.

Keempat, sesekali buatlah agenda bermain keluar rumah yang menyenangkan bersama anak. Orang tua bisa mengajak anak untuk sekadar jalan-jalan ke taman kota, kebun binatang, tempat bersejarah, ataupun tanah lapang sekaradar untuk menghirup udara segar.

   Hal ini dilakukan secara perlahan untuk mengalihkan dan meminimalisir anak bermain gawai. Secara demikian, keempat rangkaian kegiatan tersebut jika dilakukan dengan baik oleh orang tua maka fenomena anak bermain gawai di rumah akan terminimalisir. Selain itu, kesabaran dan keuletan orang tua juga turut menjadi kunci agar program diet bermain gawai ini bisa tercapai secara optimal.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar