Mengajari Anak-anak untuk Berkomitmen

    AnggunPaud - Salah satu sifat belajar anak adalah aspek kontinyuitas atau perulangan. Perulangan pada anak diperlukan supaya anak terbiasa. Anak yang terbiasa dengan hal yang dilakukan secara berulang akan membentuk budaya hidup pada anak. Budaya hidup ini bisa kita lihat pada sikap keseharian yang anak-anak tunjukkan. Orang tua yang mengajarkan anak untuk mencium tangan orang tua saat berpamitan ke sekolah atau meminta izin saat akan pergi bermain bersama teman merupakan beberapa contohnya.

   Sikap berkomitmen ini harus diajarkan sejak dini pada anak. sekali orangtua melanggar komitmen yang mereka buat untuk anak maka anak pun akan melakukan hal yang sama. Sekali orang tua tak melakukan komitmennya maka anak akan berpikir bahwa mungkin saja hari ini ayah atau ibu akan melanggar komitmennya lagi. Oleh karena itu, orang tua harus memegang komitmennya dengan baik agar anak dapat belajar dengan baik juga.

   Lalu, bagaimana cara mengajari anak berkomitmen sejak kecil. Berikut ini tiga langkah yang bisa orangtua lakukan untuk menamkannya.

Pertama, jadilah teladan berkomitmen untuk anak. anak-anak membutuhkan seorang figure saat mereka belajar. Figure ini yang akan anak-anak tiru sebagai teladan mereka. Jadi, pastikan orang tua mampu memegang komitmennya. Misalnya, “Nak, setiap ayah selesai membaca buku, maka ayah akan membereskan buku-buku dan memasukkannya ke rak kembali”. Hal tersebut harus dilakukan berulang-ulang hingga akhirnya anak akan berpikir kalau ayah saja melakukan, kenapa saya tidak?.

Kedua, beri tahu anak manfaat berkomitmen. Orang tua harus mampu menjelaskan manfaat dari komitmen kepada anak-anak. Jelaskan kepada mereka bahwa komitmen akan memberikan banyak dampak positif, misalnya: orang tua akan bangga, senang, dan percaya kepada mereka. Selain itu, mereka bisa memiliki banyak teman dan sebagainya tergantung kebiasaan apa yang orang tua ajarkan pada anak. Jelaskanlah dengan bahasa yang sederhana dan mampu diterima oleh anak.

Ketiga, berikan "hadiah" atau penghargaan kepada anak yang menjalankan komitmen dengan baik. Ketika anak telah mampu menjalakan komitmen yang orangtua ajarkan, maka berilah  hadiah untuk keberhasilan mereka dalam menjalankan komitmen. Hadiah bisa berupa pujian atau hal lainnya yang anak sukai. Dengan belajar berkomitmen, anak-anak akan mulai belajar menjadi manusia-manusia yang memiliki integritas yang dibutuhkan bangsa ini.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar