Ajari Anak Kita Mengatasi Kegagalan

    AnggunPaud - Tak selalu dalam hidup kita mulus. Terkadang ada kerikil-kerikil yang ada di tengah jalan. Ada pula sesekali kita harus menerima dan mengatasi kegagalan. Begitu pula dalam batin anak-anak kita. Apa yang mereka kehendaki atau inginkan tak semuanya bisa tercapai. Dalam proses itulah, anak perlu belajar berdamai dengan kegagalan.

    Kegagalan disini erat dengan peristiwa keseharian. Anak belajar mengekspresikan apa yang mereka inginkan semula dengan menangis. Saat menangis itulah, orang tua kebanyakan tidak tega membiarkan anaknya terus merengek dan membuat gaduh. Karena iba dan kasihan, orang tua kemudian membiarkan anaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak baik. Anak yang terbiasa diberikan kebebasan dan menuruti semua keinginannya tentu akan memiliki sikap manja dan tak mandiri. 

   Kita harus mendidik anak-anak kita sesuai dengan kodrat alam. Begitulah yang sering diutarakan oleh Ki Hajar Dewantara. Didiklah anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat kebudayaan. Kita harus mendidik anak kita sesuai dengan nature dan kultur. Anak boleh saja memiliki keinginan atau karep. Kadang orangtua akan merasa sedih, dan kesal terlebih saat anak menangis kencang bila keinginannya tak dipenuhi. Mereka harus diajarkan untuk mengerti keadaan disekitarnya. Anak juga harus tahu saat ibunya lelah, capek, dan juga banyak pekerjaan.

  Sentuhan, bisikan, dan nasehat perlu sekali bagi anak-anak. Memang di waktu kecil mereka belum sepenuhnya memahami, akan tetapi seiring berkembangnya waktu mereka akan memahami itu. Saat anak usia dini, mereka senang sekali bila diajak untuk ke toko, ke mall, atau ke tempat menarik lainnya. Saat mereka dekat dengan mainan, biasanya mereka langsung merengek dan meminta orangtua membelikan. Kadang, orang tua tak memiliki keinginan untuk membelikan mainan untuk anak. Bila mereka menangis kita tak selalu harus menuruti kemauannya. Saat anak kita punya keinginan kuat akan sesuatu hal yang belum bisa dipenuhi hari itu juga, saat itulah saat yang tepat mendidik mereka untuk menerima kegagalan.

    Anak-anak juga perlu dididik berusaha, apa yang ia capai bukan sesuatu yang tiba-tiba dan memerlukan proses. Inilah peranan kita selaku orangtua. Kita tak selalu diperbolehkan untuk memberi semua yang anak minta. Tapi sebaliknya, orangtua memiliki prioritas yang baik untuk anaknya. Tak setiap keinginannya bisa langsung dipenuhi.Mereka perlu tahu, ada lingkungan sosial, ada orang lain yang juga memiliki batas-batas yang harus dihormati, sama seperti mereka.

   Inilah pentingnya mengajarkan mereka akan arti kegagalan. Dengan mengenalkan bahwa kegagalan tak selalu berurusan dengan usaha, anak jadi makin memahami entitas lain dalam dunia mereka. Dalam kehidupan mereka ada orang lain, ada kepentingan yang harus diperhatikan sebelum mereka memiliki keinginan atau kehendak untuk mendapatkan apapun itu.

   Bila sudah sejak anak-anak diajak untuk berdamai dengan kegagalan, mereka akan lebih memahami bahwa keberhasilan kita bukanlah sepenuhnya usaha dan jerih payah kita. Ada orang lain yang turut serta membantunya untuk meraih keberhasilan tersebut. *

*) Arif Yudistira, Peminat Dunia Pendidikan Dan Anak, Pengasuh Mim Pk Kartasura

Sumber gambar : duniabelajaranak.id

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar