Cara Membaca Buku dengan Suara Lantang

Ketika apa yang kita sampaikan, diterima baik oleh mereka yang mendengarkan, kita akan merasa senang. Dalam menanamkan rasa cinta anak pada buk, saya melakukan cara berikut ini. Di dalam kelas, saya memulai dengan memperlihatkan sampul buku kepada anak-anak, lalu bertanya "Ada yang tahu ini namanya apa?", dan mereka akan menjawab bahwa itu adalah buku.

Saya kemudian mengajak mereka untuk mengenal buku melalui sampulnya. "Setiap buku itu punya judul. Ayo kita baca judul buku ini ya!" Saya membaca kata per kata dengan keras sembari menunjuk kata-kata dalam judul tersebut. "Nah, kalau yang ini adalah nama penulisnya..." Saya bacakan siapa penulis buku itu. Lalu sekilas menjelaskan apa itu penulis.

Anak-anak biasanya akan bersemangat berkata, "Saya" ketika ditanya siapa yang ingin menulis buku. Lalu, saya menyebut nama mereka satu per satu seolah-olah nama merekalah yang ada di buku yang saya pegang. "Nanti di sini ada nama 'Aliya' 'Tsaqif' dan...." Harus disebut semua anak yang ada di situ, karena wajah mereka akan berbinar-binar setiap kali namanya disebut.

Selanjutnya, membaca cerita seperti biasa. Saya bacakan pelan-pelan sambil menunjuk kata demi kata di dalam buku. Anak-anak yang sudah mengenal huruf akan meningkat rasa ingin tahunya begitu melihat susunan huruf-huruf itu bisa dibaca menjadi kata yang mereka kenal. Hal yang tak kalah penting, pilih buku yang memuat banyak gambar dan sedikit kata agar anak tidak cepat bosan.

Cara yang saya lakukan sebetulnya mempraktikkan metode membaca buku dengan suara lantang (read aloud). Metode ini dikenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Read aloud tidak sekadar membaca dengan suara lantang saja, tetapi juga harus mengalirkan rasa gembira bagi yang mendengarnya. Cara ini dianggap sebagai metode membaca paling efektif untuk anak-anak, karena metode ini bisa mengondisikan otak anak untuk merasakan bahwa membaca adalah aktivitas yang menyenangkan.

Berikut cara melakukan read aload. Pertama, sebelum mulai membaca, perlihatkan sampul buku ke hadapan anak dengan wajah ceria dan penuh rasa penasaran. Ekspresikan seolah-olah anak akan menemui hal luar biasa di dalam buku. Kedua, baca tiap suku kata dengan nyaring sambil menunjuk huruf yang sedang dibacakan. Ketiga, biarkan anak-anak menjelajahi gambar sampul buku dengan imajinasi yang ada di kepala mereka. Rangsang pengetahuan anak dengan menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan buku yang dibaca. Keempat, baca dan ceritakan isi buku dengan gaya seekspresif mungkin. Kelima, gunakan jenis suara yang berbeda jika diperlukan. *

Sumber gambar: http://www.anakmandiri.org/2017/03/18/membiasakan-anak-membaca-buku-sejak-dini/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar