PAUD Pembina di Bireun Diharapkan Lebih Mandiri

BIREUN - Bantuan pengadaan Unit Gedung Baru untuk lembaga yang melaksanakan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh diresmikan oleh Direektur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ella Yulaelawati, Ph.D.

Lebih dari 300 orang warga masyarakat Bireun menyambut antusias acara peresmian yang dihelat secara meriah. Sejumlah pertunjukan dan atraksi kesenian dilakukan oleh siswa TK dan PAUD. Lembaga pendidikan yang dikelola secara mandiri ini sejatinya telah berjalan lebih dari 10 tahun. 

Bantuan dari Pemerintah Pusat lewat program Bantuan Pengadaan Unit Gedung Baru membuat penampilan PAUD Lina jauh lebih maju, modern dan lengkap. Sejumlah sarana pembelajaran, ruang pembelajaran dan sarana serta prasarana penunjang lainnya menjadikan PAUD Lina menjadi sekolah percontohan serta pembina bagi lembaga PAUD lainnya.  


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bireuen, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen dan masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas atas bantuan yang telah diberikan berupa pembangunan UGB kepada Yayasan Lina Bireuen.

"Suatu kehormatan bagi kita semua karena Kabupaten Bireun merupakan salah satu daerah yang mendapatkan bantuan dari Kemendikbud," kata Mursyid.

Dirinya berharap, Yayasan Lina sebagai PAUD Pembina dapat menjadi PUD percontohan dengan melakukan pendampingan dan dapat menyelenggarakan pendidikan menjadi lebih optimal.

"Melalui kegiatan ini kami harapkan seluruh stakeholder terkait agar secara aktif dan berkesinambungan melakukan peningkatan PAUD sehingga program ini dapat berjalan lancar," harapnya.

Selain kegiatan Pengukuhan Bunda PAUD, Ella Yulaelawati Direktur Pembinaan PAUD juga menandatangani prasasti, penandatatanganan komitmen bersama, dan pemotongan pita peresmian Unit Gedung Baru (UGB) PAUD Pembina Yayasan Lina.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bireuen, Camat, Bunda PAUD se-Kab Bireuen, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), HIMPAUDI, juga tokoh masyarakat.

Jumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam kurun 3 tahun terakhir meningkat pesat. Tahun 2017 tercatat sebanyak 238.000 lembaga PAUD. Dari angka tersebut, sebanyak 6.000 lembaga PAUD milik pemerintah, sisanya swasta.

"Secara kuantitas, jumlah lembaga PAUD meningkat pesat. Tetapi, harus kita akui sampai saat ini peningkatan secara kuantitas tersebut belum diimbangi dengan peningkatan kualitas," kata Ella Yulaelawati Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

peningkatan kualitas PAUD harus dimulai dari pemenuhan standar layanan PAUD secara bertahap, khususnya standar pembelajaran, pendidik, dan sarana prasarana pendidikan serta penguatan pendidikan karakter sejak dini yang menjadi visi misi Jokowi-JK dan harus terimplementasikan melalui pembelajaran.

Selain itu, sambung dia, pekerjaan rumah kita semua yang harus dituntaskan juga adalah perluasan layanan PAUD holistik-integratif yang terintegrasi dengan kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak.

"Anak harus tumbuh kembang dengan baik. Jadi, sanitasi dan gizi anak juga harus diperhatikan agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkarakter," tegasnya. Eko Budi

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar