Ibu Negara, Iriana Joko Widodo : PAUD Universal Kunci Masa Depan Anak

TANGERANG - Memperingati Hari Anak Universal yang jatuh pada hari Senin, 20 November 2017,   Ibu Negara, Iriana Joko Widodo memberikan penghargaan Anugerah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nasional tahun 2017  kepada pegiat, kepala daerah dan tokoh masyarakat  atas komitmen, dedikasi  serta sumbangsihnya melaksanakan pendidikan PAUD.

Pada Hari Anak Universal, ibu negara selaku Bunda PAUD Indonesia berpesan agar seluruh komponen masyarakat  memperhatikan tumbuh kembang anak usia dini untuk menjadi sehat, cerdas, ceria dan berahlak  mulia. Pada kesempatan tersebut ibu negara di dampingi Ibu Wakil Presiden, Mufida Yusuf Kalla dan sejumlah istri menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

“Kepada semua penerima Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017, saya bangga dan berterimakasih atas dedikasi dan kreasinya untuk PAUD,” kata Iriana dalam sambutan peringatan Hari Anak Universal di  Kota Tangerang, Banten, Senin (20/11).

Ibu Negara dalam kesempatan tersebut juga   berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat segera mewujudkan PAUD Berkualitas Universal sebagai kunci keberhasilan masa depan anak Indonesia.

“Saya bangga dari 34 provinsi ada wakilnya yang mendapat anugerah PAUD ini, tidak mudah untuk mendapatkan anugerah ini karena ada seleksi yang berjuang mulai  membangun PAUD. Mari kita semua wujudkan PAUD Berkualitas Universal sebagai kunci keberhasilan masa depan anak Indonesia,” kata Iriana.

Penerima Anugerah PAUD yang diserahkan langsung oleh ibu negara antara lain; Erni Guntarto Tjahjo Kumolo, Ketua Umum OASE, Hj Sisilita Arsyadjuliandi, Bunda PAUD Provinisi RIAU, Elisabeth Endang Prasetyaningsih, Bunda PAUD Kota Surakarta, Cut Fachrina Dewi, Bunda PAUD Kecamatan Pante Bidara, Aceh Timur, Nurhidayah, Bunda PAUD Desa Moteng, Kecamatan Brangrea, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Yoseph Orem Blikalolong, Sosok pemulung dan pendiri PAUD di Kupang, Barbarara Eni Priyanti, pemenang lomba buku cerita anak dalam format e book dan Yani Tanti Siyani, Pemenang  lomba penulisan naskah cerita anak.

Sedangkan penerima simbolik anugeragh PAUD yang diserahkan oleh Mendikbud yaitu H Yusriansyah Syarkawi, Bupati Paser Kalimantan Timur, R Kadarmanto Baskara, Kepala Dinas Pendiidkan Yogyakarta, Sriyanti Ano, Camat Dungingi, Kota Gorontalo, Hj Bedah Matwiyah, Kepala Desa Cihujam, Kecamatan Cijaku Lebak, Yelli Yulyaningsih, PKG Kecamatan Serang Kota Serang, Deni Wardani, Gugus PAUD Ahmad Yani, Jakarta Timur, Rizki Ameron, pemenang Lomba Edu Game dan Sri Mulyani, Pemenang Lomba Festival Kreativitas. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi menambahkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan nasional. PAUD tidak lagi hanya dianggap sebagai sarana bermain bagi anak di bawah usia sekolah.

Namun, juga sebagai fondasi awal program penguatan pendidikan karakter dan budi pekerti.  “Pembentukan dan pembangunan karakter, budi pekerti dan ahlak mulia seorang manusia sejak usia dini merupakan harus menjadi pilar dan arus utama pembangunan pendidikan nasional,” ujar Mendikbud.

Dikatakan, hampir semua negara maju sudah memperlakukan PAUD dengan sangat baik. Mulai dari sisi anggaran atau pun kualitas guru dan tenaga kependidikannya. Peningkatan kualitas dan kuantitas PAUD melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarkaat (Ditjen PAUD dan Dikmas) telah masuk dalam program prioritas pendidikan nasional.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Haris Iskandar menambahkan  saat ini pemerintah tengah mengembangkan PAUD berkualitas universal.  Hal ini dilakukan lantaran pemerintah menyadari bahwa kualitas PAUD masih banyak yang belum berstandar nasional. Baik dari segi infrastruktur atau pun kualitas gurunya.

Ia mengatakan, komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas PAUD di antaranya terlihat dari program komitmen PAUD Pra SD dan bertambahnya anggaran PAUD.

Konsep PAUD berkualitas universal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendi yang juga menjadi Presiden SEAMEO. Kehadiran SEAMEO Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar