Hari Ayah: Ayah Zaman Now Berbagi Peran Pengasuhan

AnggunPaud  – Tanggal 12 November setiap tahun diperingati sebagai  Hari Ayah secara nasional. Meski tidak sepopuler hari ibu, peringatan tersebut dilakukan sebagai  penghormatan kepada sosok ayah yang telah berperan mengambil tanggung jawab dalam rumah tangga,

Ide untuk  memperingati Hari Ayah, pada awalnya  justru datang dari sekelompok kaum perempuan yang tergabung  Perkumpuan Putra Ibu Petiwi  Penetapan 12 November 2006 sebagai Hari Ayah dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjabat sebagai Presiden di Kota Solo.

Di Amerika dan lebih dari 75 negara lainnya, seperti Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Turki, Pakistan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Filipina, dan Hong Kong, peringatan Hari Ayah atau Father’s Day dirayakan pada pekan ketiga Bulan Juni setiap tahunnya.

Struktur ideal keluarga digambarkan dengan kelengkapan dua sosok pengasuh untuk anak, yakni ayah dan ibu. Kehilangan salah satu dari keduanya memang bisa jadi bukan akhir segalanya, namun pasti berdampak.

Kehadiran ayah dan ibu memang untuk saling melengkapi. Seorang ayah membawa sifat disiplin, tanggung jawab dan kerja keras. Sedangkan seorang ibu menggenapinya dengan kasih sayang, rasa sensitif atau kepekaan, dan ketelatenan.

Dalam pola keluarga tradisional, peran ayah adalah seorang pencari nafkah yang hanya bertanggung  jawab memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Tanggung jawab akan kegiatan domestik dan perkembangan anak sepenuhnya adalah tugas ibu,

Kenyataannya, kini telah terjadi pergeseran dalam pola pengasuhan keluarga. Pergeseran itu terjadi bukan karena tuntutan, namun semata dunia yang juga berubah secara demografi, sosial, dan budaya. Peran ayah zaman now yang  tidak sekadar menjadi sosok tulang punggung yang tidak bisa disentuh untuk mau terlibat dalam urusn pengasuhan keluarga.

Sebuah survei yang dilakukan pada 350 ayah untuk mengukur  sikap mereka terhadap perayaan hari Ayah, ternyata kini stereotype lama bahwa peringatan tersebut diartikan memberikan keleluasaan seorang ayah untuk terbebas dari tanggung  jawab pengasuhan dan sebagian tugas domestik ternyata tidak berlaku sepenuhnya.

Para ayah mengungkapkan bahwa mereka lebih berperan dalam merawat anak, membersihkan rumah, dan memasak. Sementara mereka juga bertanggung jawab dalam hal otomotif, rumah tangga, dan pemeliharaan lingkungan rumah.

"Peran perempuan di luar rumah tangga semakin meluas, peran laki-laki di dalam rumah tangga semakin berkembang," kata antropolog Helen Fisher dari Rutgers University dalam rilis berita yang disertai dengan survey, seperti dikutip dari ManoftheHouse.com

Dunia yang bergeser ke budaya industri kemudian menuntut percepatan. Tenaga manusia, baik laki-laki maupun perempuan bernilai ekonomi dan setara dengan mesin. Perempuan tidak lagi dianggap tabu untuk bekerja. Bahkan, pada titik tertentu, perempuan harus bekerja dianggap sebagai sebuah solusi dari tuntutan ekonomi ketika gaji laki-laki tidak laki cukup untuk menutup tuntutan kebutuhan.

Perubahan budaya, sosial dan strategi ekonomi tersebut akhirnya membawa perubahan pula dalam pola pengasuhan.

Pembagian kekuasaan (power sharing) yang lahir dari bergesernya peran ayah biologis ke ayah sosial akan memunculkan peran lain ayah yang melibatkan diri dalam kehidupan emosional keluarga, ikut membantu mememacahkan pekerjaan rumah anak, terlibat dalam dunia anak melalui permainan yang disukai anak dan sebagainya.

Peran laki-laki yang selama ini hanya dianggap berharga secara fisik, pelan-pelan akan belajar kepekaan emosi, pengajaran hingga menghiasi ruang-ruang domestik dengan tawa dan candanya seiring peran keterlibatan pengasuhan.

Tantangan ke depan adalah stigma “tidak umum” dalam lingkungan sosial yang belum terbiasa dengan pandangan baru ini. Sehingga, laki-laki pun memerlukan beberapa hal agar tampil percaya diri untuk tampil sebagai ayah zaman now.* KUR2

 

Sumber gambar : http://www.katamutiaracinta.com/2016/11/kata-mutiara-ucapan-selamat-hari-ayah.html

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar