Mengelola Rasa Takut Anak

    AnggunPaud - “Ibu, gelap! Aku takut!” “Gludak!” “Ada suara apa itu, Bu? Aku takut, Bu!” Dengan situasi seperti ini biasanya anak akan merasa takut. Memiliki rasa takut adalah hal yang wajar bagi seoarang anak karena hampir semua orang memiliki rasa itu. Ketakutan ini bermacam-macam jenisnya. Ada yang takut dengan gelap, takut dengan suara gaduh, takut dengan hantu, takut berbicara di depan banyak orang hingga takut ditinggal bepergian oleh orang tuanya.

    Ketakutan-ketakutan yang kecil ini juga bisa berujung pada ketakutan yang berlebihan. Dari sini, terkadang orang tua menjadi seperti dibuat bingung dan kurang tau apa yang harus dilakukan untuk mengobati dan mengelola ketakutan si anak. Untuk mengatasi persoalan itu, setidaknya ada beberapa cara atau tindakan yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mengelola sekaligus mengatasi rasa takut anak sebagaimana berikut.

Pertama, jika anak takut dengan suara gaduh. Anda bisa mengelola rasa takut itu dengan mengajak anak ke tempat terbuka seperti bukit, taman, maupun pegunungan. Selanjutnya minta anak untuk berteriak. Minta anak juga untuk berteriak semakin kencang hingga kencang sekali. Setelah itu, berilah pengertian pada anak untuk tidak takut lagi dengan suara gaduh.

Kedua, bila anak takut dengan hantu. Anda bisa mengajak anak menggambar hantu seperti pocong lucu yang berbentuk bantal guling. Berikan pengertian pada anak untuk tidak takut pada hantu karena kita memiliki Tuhan yang melindungi kita kapan pun dan di mana pun berada. Lakukan cara itu hingga anak mengatakan “Bu, saya tidak takut lagi dengan hantu, saya punya tuhan yang selalu melidungiku”.

Ketiga, jika anak takut dengan gelap. Anda bisa mengajak anak untuk menonton film di bioskop atau bermain petak umpat dengan mata tertutup. Dengan cara ini anak akan terlatih untuk terbiasa dengan suasana gelap dan bisa mengenali benda yang ada di sekitarnya. Hal ini akan berlaku juga saat mati lampu, anak tidak lagi berteriak ketakutan namun anak akan tetap tenang dan tidak panik.

Keempat, jika anak takut berbicara di depan orang. Anda bisa sesekali memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita di depan anda. Bercerita tentang apa pun itu. Jika anak berhasil bercerita maka berilah hadiah kecil atau penghargaan agar anak termotivasi untuk terus melakukan hal itu. jika anak tidak mau bercerita, maka bujuklah anak hingga mau bercerita. Dari sini akan tumbuh rasa keberanian dalam diri anak sehingga anak tidak lagi gerogi maupun takut saat harus berbicara di depan teman-temannya.

    Dengan keempat cara ini, anda tidak bingung lagi untuk mengelola rasa takut anak. Saat anak dalam keadaan takut, Anda tidak lagi ikut melebur dengan ketakutan si anak. Namun Anda akan bisa bersikap tenang dan bersabar dalam mengelola rasa takut anak. Selamat mencoba!

sumber gambar : https://ogradywellbeing.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar