Optimalkan Daya Serap Anak

    AnggunPaud -  Setiap orang tua pasti pernah mengalami kejadian, anaknya mendadak melakukan sesuatu yang persis sama seperti yang dilakukan orang tuanya. Padahal, bisa jadi, orang tuanya tidak memerintahkan atau mengajarinya. Pertanyaannya, dari mana anak tahu hal itu? Dan kenapa bisa sampai paham dan mengerti apa yang biasa dilakukan orang tuanya?

    Jawabannya ada pada sistem daya spon atau penyerap yang dimiliki anak. Selama ini kita hanya berasumsi bahwa anak adalah cermin bagi orang tuanya. Artinya, apa yang dilakukan anak itu seperti pula yang dialkukan orang tua. Dan di sisi lain, anak memiliki sistem penyerap yang luar biasa, yaitu anak dalam proses tumbuh kembangnya, sistem komputasi pikiran dan perasaannya persis sama seperti spon, yang bisa menyerap dari segala hal yang dijumpai, baik yang tampak oleh indrawi mata kita sampai yang tidak terindrawi.

   Ini artinya, dalam kehidupan sehari-harinya, anak menyerap dan memahami apa yang dilakukan orang tuanya. Hasil penyerapan dan pemahaman ini yang selanjutnya diekspresikan oleh anak melalui perbuatan sehari-hari. Jadi, sekalipun orang tua merasa tidak mengajari, tetapi orang tua melakukan, maka anak akan menyerap perbuatan itu, dan kemudian diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari anak. Dengan kemampuan daya serap dan pemahaman ini, maka anak melakukan proses peniruan sikap dan perilaku orang tua dan lingkungannya, baik yang positif maupun negatif. Ini adalah kemampuan bagus yang dimiliki anak.  Untuk itu, kita sebagai orang tua memiliki tiga tugas pokok dalam mengoptimalkan kemampuan daya serap anak melalui kegiatan yang positif.

Pertama, niat hati dalam bersikap itu untuk kebaikan. Sesungguhnya, yang diserap oleh anak itu tidak semata yang tampak, yang tidak tampak pun anak-anak merasakan bahkan memahaminya. Misalnya, saat orang tua menyuruh anak dengan marah, maka anak tahu marahnya orang tua itu karena untuk mendidik atau karena orang tua sedang banyak masalah. Untuk itu, saat mendidik anak, siapkan hati yang sabar, ikhlas, dan penuh syukur. Sifat hati ini pasti akan diserap anak, sehingga anak-anak kita pun memiliki kesatuan perasaan yang baik dengan orang tuanya.

Kedua, mengucapkan hal-hal yang baik. Anak sangat pandai meniru dan menyerap perkataan orang tuasnya. Sekali orang tua mengatakan hal yang tidak baik, maka anak-anak tahu dan akan memahami, menyerap, dan menirukannya. Kata yang diucapkan anak itu merupakan kata-kata yang sering keluar dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, dalam keadaan apapun, kita harus selalu berkata yang baik, sehingga anak-anak akan menyerap dan menirukan perkataan orang tuanya yang baik.

Ketiga, bersikap dan berperilaku yang baik. Tentu saja, hati dan perkataan yang baik itu belum cukup. Untuk itu, keteladanan perbuatan pun menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya serap anak. Semakin orang tua berbuat baik,maka semakin tinggi daya serap anaknya. Untuk itu, bersikap dan memberi contoh yang baik, pada gilirannya, akan membuat anak-anak menyerap, memahami, dan mengamalkannya.*

*BUNDA SITI KHODIJAH Guru SD N 01 Semboja, Pagerbarang-Tegal

sumber gambar : http://parentedge.in/encouraging-independent-thinking-in-a-child/

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar