Penanganan Dini Anak Autis

Guru-guru PAUD harus pandai dengan deteksi dini tumbuh kembang anak (DDTKA). Mungkin ada anak yang autis. Anak yang Autis (auto center) bukan cacat permanen. Autis itu adalah masalah tumbuh kembang sementara. Kalau guru-guru PAUD tidak tahu atau apalagi orangtua tidak tahu, anak yang autis itu dapat diduga (kemungkinan) melakukan tindak pidana kriminal, padahal karena dia tidak terobati sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati R., M.A. Ph.D pada kegiatan “Seminar Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum 2013 PAUD” yang dilaksanakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) DKI Jakarta  (Jakarta, 29/08/2018).

Menurut Ella Yulaelawati, Anak autis itu hanya memikirkan dirinya. Misalnya kalau untuk anak normal yang sedikit kurang terbina, lagi bermain dengan anak lain, anak lain lagi bermain mobil-mobilan, direbut mobil-mobilannya.  Bisa saja ngomong sama anak yang bermain mobil-mobilan supaya memperhatikan dirinya. Tapi kalau anak autis, autis itu cerdas. Dia tahu si anak itu tidak perhatian sama dirinya karena ketika diajak ngomong engga menjawab. Nah Dia tahu dia lagi main mobil-mobilan, dia tahu yang tidak membuat dirinya kurang perhatian adalah matanya. Karena matanya fokus main mobil-mobilan, dia colok matanya. Itu anak autis karena hanya memikirkan dirinya saja.

Kalau diatasi sejak usia dini, anak itu bisa diselamatkan dengan makanan yang tidak makanan berprotein. Jadi ada unsur diet yang harus dihindari, dan lain seterusnya. Sekali lagi intinya PAUD berkualitas adalah suatu keniscayaan bukan suatu kemewahawan bagi semua anak terutama bagi anak yang anak kurang beruntung, jelas Ella Yulaelawati. (adrianto)

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar