Sudah Saatnya Berfikir PAUD Berkualitas

Saat ini ada sekitar 196.000 PAUD, ada sekitar 80.000 Taman Kanak-kanak (TK), ada sekitar 90.000 PAUD non formal, selebihnya adalah satuan PAUD sejenis (SPS),  dan Taman Penitipan Anak (TPA), Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati R., M.A. Ph.D pada kegiatan “Seminar Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum 2013 PAUD” yang dilaksanakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) DKI Jakarta. (Jakarta, 29/08/2018)

Menurut Ella Yulaelawati, melejitnya akses PAUD ini karena kiprah bunda-bunda PAUD. Dimulai bunda desa/PKK, bunda Kecamatan, bunda kabupaten/kota, bunda Provinsi, dan Ibu Negara sendiri sebagai bunda PAUD Indonesia. Hanya saja sudah saatnya berfikir kualitas.

Kami (Direktorat Pembinaan PAUD) kewalahan. Banyak PAUD tapi mohon maaf, kalaupun punya lahan yang luas, tetapi masalahnya memanfaatkan lahan yang luas, itu kurang. Terutama permainan edukatif yang responsif gender, yang responsif anak laki-laki, ungkap Ella Yulaelawati.

Selanjutnya Ella Yulaelawati mengatakan, menurut Heckman PAUD berkualitas memberi manfaat bagi anak-anak yang dari keluarga berpendapatan rendah. Melakukan pembiaran pada keluarga berpendapat rendah, sama dengan kita menumbuhkan beban pembangunan dimasa datang. Harga untuk penyakit sosial untuk tindakan kriminal, untuk ketidakproduktifan bangsa yang harus dibayar. Ketika anak menjadi remaja lebih mahal, dari pada kita betul-betul serius menangani sejak usia dini.

Kuncinya kita semua yang hadir disini harus memikirkan PAUD yang berkualitas. Jangan membenarkan kebiasaan, tapi biasakanlah kebenaran untuk PAUD berkualitas. PAUD berkualitas harus tersedia untuk setiap anak. Makanya kita perlu menyediakan tempat yang aman bagi semua anak untuk tumbuh dan belajar. Maknanya untuk memberikan titik awal yang lebih baik bagi angkatan kerja dengan pengahasilan tinggi, dan juga angkatan kerja yang manusiawi karena dia dapat membangun keluarga yang lebih stabil pada masanya nanti, pinta Ella Yulaelawati.

Pemenuhan Standar Guru PAUD

Pada kesempatan tersebut Direktur Pembinaan PAUD menyampaikan, bahwa saat ini terdapat 33,5 juta anak usia dini 0 sampai 6 tahun, kalau kita tidak dtangani dengan baik, mereka ketika tahun 2045, 100 tahun Indonesia merdeka mereka berusia 29 sampai dengan 34 tahun. Bukan bonus demografi, angkatan kerja yang berkualitas kalau tidak ditangani PAUD nya dengan baik, yang ada adalah beban demografi, dan kita tidak inginkan itu.

Sementara saat ini terdapat 291.358  guru PAUD yang masih lulusan SMA, bahkan ada 28.870 guru PAUD yang tamatan SMP, oleh karena itu kita memberikan cash program. Karena, menurut standar PAUD guru harus S1, tetapi SMA boleh tapi plus pelatihan. Guru PAUD SMA tanpa pelatihan, harusnya didorong. Pengawas PAUD harus mendorong mereka untuk mendapat pelatihan. Guru PAUD yang belum ikut pelatihan harus diberi pelatihan karena untuk memenuhi tuntutan peraturan, jelas Ella Yulaelawati. (adrianto)

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar