Keteladan Dalam Pengasuhan Anak Usia Dini

Pengawas guru PAUD tidak boleh mencari-cari kesalahan guru. Kalau pengawas mencari kesalahan guru, nanti guru akan mencari kesalahan anak. Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati R., M.A. Ph.D pada kegiatan “Seminar Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum 2013 PAUD” yang dilaksanakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) DKI Jakarta  (Jakarta, 29/08/2018).

Menurut Ella Yulaelawati, keteladan sangat penting dalam pengasuhan anak usia dini.  Beliau mengatakan, kalau anak usia dini gigit temannya itu bukan pidana, karena dia tidak tahu kalau giginya itu untuk apa. Kalau dia nyubit dia tidak tahu tangannya untuk apa. Kitalah yang perlu mencontohkan hal-hal yang benar, karena kemampuan utama anak usia dini adalah meniru. Jadi kalau kita yang “galak” dia akan galak, kita telat dia akan telat, jadi teladan sangat penting.

Selanjutnya beliau mengatakan, setiap agenda pembangunan anak usia dini adalah upaya untuk mewujudkan esok hari yang lebih baik. Ada nawacita, membangun dari pinggiran. Ada peningkatan kualitas SDM atau kualitas sumber daya manusia. Ada revolusi mental.

Revolusi mental yang paling utama adalah bekerja mendampingi anak usia dini dengan lebih baik.  Karena esok yang lebih baik terletak pada usia dini. Kalau kita ingin padi yang lebih baik maka kita nanam benih yang lebih  baik. Kalau kita ingin pohon yang lebih baik, kita tanam bibit pohon yang baik. Kalau tidak nanti bisa rubuh, demikian juga pendidikan, tandas Ella Yulaelawati.

Lebih lanjut Ella Yulaelawati menjelaskan, kalau usia dini fondasinya kurang baik, dia menjadi professor, Doktor dengan jabatan setinggi apapun, hilaf. Masah hilaf dan seterusnya. Bukan hilaf itu, memang akar yang sangat rapuh terhadap godaan, untuk menunda kesenangan yang mencari kesenangan yang halal atau yang berhak. (adrianto)

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar