Pendampingan, Pengasuhan, Perawatan, dan Kasih Sayang Pada Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah anak yang tangguh. Kalau tidak tangguh, dia tidak akan bisa jalan, tidak akan bisa bicara. Dari tidak bisa apa-apa bisa bicara, bisa lari, bisa jalan, dan lainnya dalam tahapan perkembangan yang sangat luar biasa. Hal tersebut dikemukakan Direktur Pembinaan PAUD, R. Ella Yulaelawati R., M.A. Ph.D pada kegiatan “Seminar Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum 2013 PAUD” yang dilaksanakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) DKI Jakarta  (Jakarta, 29/08/2018).

Tuhan yang maha kuasa sudah memberikan ketangguhan dan kemampuan kepada anak, yang harus didampingi secara lebih terarah. Saya selalu ingin mengingatkan kepada para guru, bahwa dengan usia dini tidak ada pengajaran, yang ada adalah pendampingan, pengasuhan, perawatan, dan kasih sayang, jelas Ella Yulaelawati.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, banyak ahli mengatakan 1 kali bentakan pada anak usia dini merusak 1 milyar sel otak. Sedangkan kasih sayang menumbuhkan stimulasi 10 trilyun sel otak. Bekerja dengan anak usia dini artinya kita harus memberikan stimulan-stimulan yang menumbuhkan otak. karena mereka dalam masa tahap pertumbuhan dan perkembangan. Jadi mohon dicatat tidak ada pengajaran, yang ada adalah memenuhi hak anak.

Apa itu hak anak itu, yang pertama hak terhadap identitasi. Anak usia dini harus ada identitas apakah akte kelahiran atau surat kenal lahir. Apabila tidak ada, dicatat dan ditindalanjuti, apakah dilaporkan ke RT/RW atau orangtua. Kedua hak akan perawatan dan pengasuhan berapapun usianya (0 sampai 6 tahun). Ketiga adalah kesehatan dan gizi, yang keempat menumbuhkan stimulan pendidikan, yang kelima hak akan perlindungan, yang keenam hak untuk bermain, yang ketujuh adalah hak untuk beristirahat, yang ke delapan adalah hak untuk berbicara, ujar Direktur Pembinaan PAUD. (adrianto)

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar