Mengatasi Generasi Strawberry Anak-Anak kita

     AnggunPaud - Coba lihat buat strawberry! Amati baik-baik buahnya: warnanya merah, bentuknya kecil menarik, dan nikmat saat kita makan. Namun, di balik indahnya buah strawberry ini, kita bisa menyaksikan kenyataan bahwa buah strawberry ini adalah buah yang manja, jika kena angin dan disentuh sedikit maka esoknya akan membusuk.

    Buah yang tidak tahan banting atas sentuhan dan lingkungan di sekitarnya.  Buah yang membutuhkan perawatan ekstra tetapi tetapi kecil dan hanya menarik warna dan bentuknya saja. Barang kali inilah gambaran generasi anak-anak kita. Tanpa sadar, melalui pendidikan kita di rumah, kita telah membentuk anak-anak kita yang tampan dan gagah tetapi manja, tidak memiliki daya tahan dan kemampuan bagus dalam mengahdapi dan mengatasi persoalan yang ada.

    Baru sedikit berpikir mengerjakan tugas sekolah langsung minta bantuan orang tua, ke mana-mana mintanya diantar dan didampingi orang tua, dan jika ada masalah menyerah begitu saja tanpa mau berusaha. Dari sinilah, diperlukan empat langkah pendidikan di rumah yang mampu mengatasi persoalan gernerasi strawberry ini. Empat langkah pendidikan itu adalah sebagai berikut.

Pertama, biarkan anak mengatasi masalahnya sendiri. Jangan sering membantu anak jika anak sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan perjuangan. Misalnya, anak sedang belajar berdiri, sedang belajar berjalan, sedang belajar makan, dan sedang mengerjakan segala sesuatu. Dengan tidak membantu, anak sedang kita kondisikan untuk mengatasi persoalan sendiri. Anak-anak kita pun kelas akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tidak mudah menyerah.

Kedua, berikan tantangan pada anak. Jika anak sudah memiliki kemapuan yang bagus dalam mengahadpi masalahnya sendiri, maka pola pendidikan kita pada anak diarahkan ke pemberian tantangan pada anak. Maka berikan tantangan yang membuat anak-anak semakin mandiri dan cerdas dalam menghadapi berbagai persoalan yang akan dihadapi anak kelak. Di sinilah kita sedang menyiapkan generasi yang tidak saja mandiri, tetapi kreatif dan inovatif dalam mengatasi berbagai tantangan yang akan dihadapi.

Ketiga, dampingi tapi jangan mudah membantu. Saat anak-anak sedang menyelesaikan persoalan dan tantangan, kita tidak boleh pergi begitu saja. Kita harus terus mendampingi anak. Namun, dalam mendampingi anak, kita juga tidak boleh selalu membantu. Kita bisa membantu jika anak mengalami kesulitan. Dengan cara ini, anak akan selalu merasa bahwa orang tua dalam memberikan persoalan dan tantangan karena sayang dan karena sedang ingin menyiapkan generasi yang tangguh dan kuat, bukan strawberry generation.

Keempat, berikan penghargaan atas kemampuan anak dalam mengatasi persoalan. Dan tentu saja, saat anak-anak kita telah berhasil menyelesaikan persoalan dan tantangan, orang tua harus memberikan apresiasi pada anak dengan baik. Penghargaan bisa beruapa ekspresi, ucapan, sampai memberikan hadiah atau kesempatan berlibur dan wisata yang disukai anak. 

    Dari keempat langkah pendidikan ini, maka kita sedang membentuk anak-anak kita sebagai generasi tangguh dan mandiri, bukan generasi strawberry.*

*UMY KHA Tutor Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwokerto Relawan Pustaka Kampung Literasi Wadas Kelir Penulis Buku Bacaan dan Aktivitas Anak

sumber gambar : www.hidayatullah.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar