KERJASAMA KEMENDIKBUD – UNICEF – IKEA FOUNDATION

MEWUJUDKAN PAUD BERKUALITAS UNIVERSAL

(JAKARTA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Badan PBB yang mengurusi Anak (UNICEF) dan IKEA Foundation  dari  Swedia  menjalin kerjasama guna meningkatkan kualitas layanan PAUD dengan membuat  model  PAUD Pra-Pendidikan Dasar  yang  universal  dan berkualitas  di Kabupaten Bogor.

Peningkatan kualitas pengembangan anak usia dini yang dikembangkan pemerintah ini  merupakan bagian dari  komitmen dunia yang mendorong agar seluruh negara lebih banyak menaruh perhatian kepada pendidikan anak usia dini. Agenda Perkembangan Anak Usia Dini telah masuk dalam agenda PBB melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG). 

Tahun 2030, dunia berkomitmen memastikan semua anak perempuan dan laki-laki memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan, dan pendidikan anak usia dini bermutu. Dengan begitu mereka siap memasuki pendidikan dasar.Pemerintah Indonesia telah mewujudkan komitmen itu melalui Peraturan Presiden (Perpes) No. 59 Tahun 2017.

“Mewakili pemerintah, saya berterima kasih kepada IKEA Foundation yang menyampaikan bantuan sebesar 3  juta Dollar US untuk membantu memberikan layanan terbaik  di 100 PAUD dan TK di Kabupaten Bogor, dengan memperbaiki  lingkungan PAUD  agar  aman dan nyaman bagi anak-anak usia dini, meningkatkan kualitas tumbuh-kembang melalui integrasi layanan kesehatan,  gizi, perlindungan dengan metode pembelajaran berbasis bermain  yang  berfokus pada anak, serta meningatkan kapasitas  guru,  tenaga kependidikan,  kelompok orang  tua dan masyarakat,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi pada peresmian program PAUD Universal Pra Pendidikan Dasar  di Kabupaten Bogor, Rabu (30/8) hasil KerjasamaKementrianPendidikan dan Kebudayaan, UNICEF dan IKEA Foundation.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, UNICEF dan  IKEA  Foundation menetapkan program layanan PAUD Universal berkualitas dan Peningkatan Mutu Guru PAUD di Kab. Bogor dalam bentuk dukungan pada 100 Lembaga PAUD berupa rehab ringan dan Alat Peraga Edukasi. Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD  serta kelompok orang tua. Serta bantuan pustaka mainan kepada 6 gugus PAUD di Kabupaten Bogor.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Secara khusus di bidang pendidikan juga ada kesepakatan internasional seperti Deklarasi Pendidikan 2030 di Incheon pada tahun 2015. Dalam kesepakatan itu, para menteri pendidikan di dunia berkomitmen mendorong adanya pendidikan pra-dasar wajib dan bebas biaya minimal satu tahun.

PAUD Universal

Mendikbud  Muhadjir Effendy yang juga Presiden SEAMEO menyatakan prioritas Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), yakni mencapai  pendidikan universal  bagi anak usia dini (PAUD). PAUD  menjadi prioritas karena tidak banyak negara di Asia Tenggara yang peduli PAUD seperti halnya Indonesia..

Dalam kepemimpinan Indonesia di SEAMEO diharapkan berdampak meningkatnya capaian kinerja yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di kawasan ASEAMN melalui program unggulan pendidikan bagi kawasan sekaligus memberikan peluang peningkatan kerja sama pendidikan bagi Indonesia.

Rencana pembangunan Indonesia termasuk perkembangan pendidikan, kami tegaskan bahwa Indonesia menjamin pendidikan bagi seluruh warga sejak usia dini. Indonesia juga berkomitmen mendukung program SEAMEO dan merespons tuntutan global untuk lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan dan kesehatan ibu dan anak.

Terdapat tujuh agenda utama SEAMEO hingga 2035, yaitu mencapai pendidikan universal bagi PAUD, mengatasi hambatan pendidikan inklusi, ketahanan dalam menghadapi keadaan darurat, mempromosikan pendidikan keahlian dan kejuruan serta pelatihan, revitalisasi pendidikan guru, harmonisasi pendidikan tinggi dan penelitian, dan adopsi kurikulum abad ke-21.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar menambahkan saat ini pemerintah telah melaksanakan gerakan nacional  PAUD berkualitas untuk mendorong setiap anak usia dini mengikuti  PAUD  satu tahun pra-sekolah dasar.  Hal ini dimaksudkan untuk mendukung terwujudnya  wajib belajar  9 tahun berkualitas karena sejak usia dini anak-anak Indonesia mempunyai  kesiapan belajar dan bersekolah.  Saat ini  APK  PAUD telah menunjukkan persentase  yang  cukup baik yaitu 72,35 persen, walaupun masih ada  yang  di bawah rata-rata APK Nasional.  

Semua pihak mulai menyadari bahwa PAUD yang holistik dan integratif dengan kualitas yang baik secara universal adalah suatu investasi pembangunan manusia  yang secara manusiawi  turut mengentaskan kemiskinan,  mewujudkan kesehatan, kesejahteraan, dan meningkatkan martabat anak Indonesia.  Saat ini terdapat sekitar 190 ribu lembaga PAUD, sekitar 600 ribu guru danpendidik PAUD serta sekitar enam juta anak yang dilayani semuanya berbasis masyaarakat.

“Walau demikian masih banyak anak-anak  yang belum dilayani oleh karena itu, sesuai dengan nawacita membangun dari pinggiran, pemerintah Indonesia membantu masyarakat desa di daerah terdepan, perbatasan dan pedalaman untuk menginisiasi  terbentuknya PAUD baru,” ujar Harris.

Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ella Yulaelawati menambahkan dalam pengembangan pembinaan PAUD saat ini pihaknya tengah fokus mengembangkan model pembelajaran berbasis bermain. “Pembelajaran di kelas selama ini lebih sering menggunakan strategi pembelajaran konvensional, dimana dalam strategi ini pembelajaran lebih difokuskan pada aspek hasil, secara individu, dan bersifat kompetitif. Ini sangat tidak pas dikembangkan di PAUD,” ujar Ella yang juga pakar kurikulum.

Dikatakan, pembelajaran berbasis permainan lebih memberikan kesempatan murid untuk lebih terlibat dalam belajar secara kelompok, berinteraksi dengan teman, lingkungan dan guru. Karena dalam pembelajaran ini murid harus mendapat kesempatan untuk saling bercerita,  bertukar pikiran, berbagi pendapat, ide, saling bertanya, dan sambil bermain dalam proses pembelajaran. Saat ini pihaknya telah menerbitkan sejumlah buku cerita, CD musik dan lagu serta sejumlah sarana multimedia yang memudahkan guru untuk mengembangkan model pembelajaran sambil bermain di PAUD. 

“Malah kami telah menerbitan buku cerita berbahasa ibu yang diterjemahkan ke 70 bahasa daerah di Indonesia. Diharapkan buku cerita berbahasa ibu ini dapat memberikan dampak positif dan mampu memberikan kesem­patan kepada anak-anak yang memiliki kecerdasan linguistik (bahasa) untuk menyampaikan cerita dengan cara unik, asyik, dan menyenangkan. Terlebih yang diceritakan adalah cerita yang sudah sangat dekat kehidupan anak-anak. Kami mengemas buku cerita tersebut dengan kemasan menarik, bergambar, dan berukuran besar dibanding buku cerita lain,” ujar Ella. ******

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar