PAUD BERKUALITAS TINGKATKAN PENGHASILAN MASA DEPAN

      AnggunPaud - Pendidikan anak usia dini berkualitas menjadi investasi berharga karena ketika otak manusia sedang dibangun menjadi kesempatan emas untuk mempertajam keterampilan akademik, sosial dan kognitif anak yang bermanfaat bagi kehidupan nanti baik secara sosial maupun ekonomi.

     "Dua penelitian tentang perkembangan otak manusia dan investasi untuk PAUD menunjukkan bukti yang signifikan tentang pentingnya PAUD berkualitas," kata Direktur Pembinaan PAUD Kemdikbud Ella Yulaelawati. Ia mengutip Prof James Heckman penerima nobel bidang ekonomi menyatakan bahwa investasi 1 dolar dalam Paud Berkualitas akan memperoleh imbalan 13 dolar (13 kali lipat). "Prof Heckman juga menyatakan PAUD yang berkualitas meningkatkan kelulusan siswa SLTA perempuan dari 13 persen menjadi 25 persen. PAUD berkulitas juga meningkatkan penghasilan laki-laki dewasa antara 19 ribu dolar AS sampai 24 ribu dolar AS," tambah Ella.

       Ella Yulaelawati lebih lanjut mengatakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas khususnya bagi anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah. PAUD dengan kualitas yang baik memberi manfaat dalam jangka pendek dan jangka panjang khususnya dalam kehidupan ekonomi mereka kelak.

     Karena itu, ia mendorong agar para pengelola PAUD untuk menyediakan tempat yang aman bagi setiap anak untuk tumbuh dan belajar dan memberikan titik awal yang mereka butuhkan untuk berhasil di sekolah dan menjadi angkatan kerja dengan penghasilan tinggi serta membangun keluarga yang stabil pada masanya kelak, katanya.

     Data Kemdikbud menyebutkan tahun 2010 terdapat 32,5 juta anak usia 0-6 tahun yang pad atahun 2045 usia mereka mencpai 35-41 tahun. Sementara itu, anak usia 0-6 tahun pada tahun 2016 yang berjumlah 33,5 juta orang pada tahun 2045 usia mereka telah mencapai 29-35 tahun.

     Dikatakannya, peningkatan kualitas PAUD kini telah menjadi komitmen dunia. Agenda perkembangan anak usia dini telah masuk dalam agenda PBB melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SGD). Pada tahun 2030, dunia berkomitmen memastikan semua anak perempuan dan laki-laki memperoleh akses terhadap perkembangan, perawatan dan pendidikan anak usia dini bermutu sehingga mereka siap untuk memasuki pendidikan dasar.

     "Pemerintah Indonesia telah menindaklanjuti melalui peraturan Presiden RI no 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencpaian Tujuan pembangunan Berkelanjutan. Namun dalam hal akses, masih ada kendala dalam penanganan PAUD, diantaranya di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Selain itu, daerah rawan bencana, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus, disparitas partisipasi berdasarkan kondisi sosial ekonomi orang tua dan PAUD desa dan kota", katanya.

     Ia mengatakan saat ini Angka Paritisipasi kasar (APK) sudah mencapai 72,35 persen dan masih terdapat 28,86 persen desa yang belum memiliki PAUD. Renstra Kemdikbud menetapkan pentahapan wajib PAUD 1 tahun Pra SD. Tahun 2016 sudah dimulai di lima kabupaten/kota.*KUR2

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

Silahkan Login untuk memberi komentar