Corat –Coret Si Kecil yang Membawa Manfaat

 AnggunPaud - Saat anak belum mampu untuk mengerti huruf ataupun angka namun ia sudah menginginkan untuk memegang alat tulis. Ya tentu mereka akan memainkan alat tulis tersebut dan akan menuangkan coretan-coretan yang penuh akan imajinasi meraka. Apapun yanga ada dihadapannya akan dijadikan sebagai media untuk menuangkan coretan yang awut-awutan, entah itu surat kabar, buku bacaan, meja, kursi, lantai, bahkan tembok akan ia coreti.

 Jangan sesekali orang tua membuat larangan atau memarahi anak ketika anak mencoret-coretnya, mungkin orang tua harus memberikan kesepakatan diawal mana saja tempat-tempat yang boleh untuk dicoret-coret oleh si kecil. Corat-coret sebagai salah satu perkembangan yang harus dilalui oleh si kecil. Ternyata, dibalik coretan si kecil yang awut-awutan itu, terdapat manfaat untuk tumbuh kembangnya.

Pertama, mengembangkan kognitif dan bahasanya. Pada saat mereka mencoret-coret, mereka akan mengatakan bahwa ia akan menggambar mobil, motor, kereta dan yang lain sebagainya namun yang muncul hanyalah suatu coretan-coretan yang tak beraturan dan tak bermakna jika hanya dilihat oleh orang-orang dewasa. Mungkin juga ia akan menggambar tokoh kartun kesayangannya namun yang muncul hanya bentuk-bentuk segitiga saja. Jangan hentikan anak ketika sedang menceritakan imajinasinya, dengan begitu anak akan terus mengasah kreatifitasnya. Anak yang sangat hobi mencorat-coret ini menandakan anak memiliki kecerdasan spasial.

Kedua, corat coret merupakan hal yang sangat positif, karena anak sudah mulai tertarik untuk belajar. Dengan meminta alat tulis kepada orang tuanya ini berarti anak sudah timbul rasa ingin belajar. Berikan saja ia krayon atau spidol yang berwarna warni, dengannya anak juga akan belajar mengenal warna. Di sini orangtua juga bisa memberikan sebuah penghargaan kepada si kecil akan hasil coretan mereka, agar mereka terus semangat dalam belajarnya, dan orang tua secara perlahan mengarahkan anak dalam membuat coretan sebagai pembelajaran untuknya, seperti mengenalkan kepadanya angka-angka, bentuk-bentuk bangun datar, dan dasar lainnya.

Ketiga, mengembangkan sosial emosional. Corat-coret sebagai media untuk menyalurkan emosi yang sedang dialami oleh anak. Pada saat kondisi anak sedang bahagia maka ia akan menceritakan bahwa apa yang digambarnya sedang bahagia dan tersenyum, atau bisa saja ia akan meluapkan kemarahannya dengan menggambar ayahnya yang sedang berwajah marah karena ia tadi baru saja dimarahi oleh ayahnya.*

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar