Mengatasi Anak yang Fobia Sosial

Beberapa anak senang sekali bermain di rumah dan enggan keluar rumah bersama teman lainnya. Ada anak yang bersembunyi saat ada tamu datang, bahkan takut untuk berbicara pada orang yang tidak dikenalnya. Perilaku ini dapat disebabkan anak memiliki rasa malu yang tinggi, sehingga ia mengalami fobia (takut) sosial. Orang tua perlu menyadari hal ini, agar dapat mengatasi persoalan anak tersebut. Fobia sosial tentu dapat menjadi penderitaan anak, jika tidak ditangani sejak dini. Oleh karena itu, orang tua harus melatih anak agar tidak lagi menjadi pemalu. Orang tua perlu menanamkan hal positif pada anak, agar ia dapat bergaul dan bersosialisasi.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua agar anak tidak lagi fobia sosial. Pertama, tidak menyakiti perasaan anak. Orang tua sebaiknya tidak mengolok-olok atau membicarakan sifat pemalu anak di depannya, bahkan di depan orang lain. Menjaga perasaan anak adalah hal yang paling utama, agar anak tidak minder dan menjadi tidak percaya diri.

Kedua, mengajak anak berkunjung ke rumah temannya. Mengajak anak berkunjung ke rumah teman-temannya dapat membiasakan anak untuk menyesuaikan diri. Selain itu anak dapat melatih diri berkomunikasi dengan orang lain dengan baik.

Ketiga, gali potensi anak. Orang tua harus mengetahui potensi yang dimiliki anak. Hal itu dapat dilihat dengan kesukaan dan kebiasaan anak pada sesuatu. Doronglah anak mencapai keinginan baiknya. Orang tua perlu mendukung potensi anak, agar potensi itu dapat berkembang. Potensi inilah yang dapat meningkatkan keberanian anak.

Keempat, orang tua harus menjadi contoh. Anak sering kali mengamati perilaku orang tua. Tidak hanya mendorong anak agar mampu bersosialisasi, orang tua juga harus memberikan contoh positif, sehingga anak mendapat referensi dari orang-tuanya. *

Muhamad Iqbal, peminat masalah pendidikan

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar