Kenalkan Pola Makan Sehat Sejak Dini

    AnggunPaud –  Anak-anak umumnya  suka dengan junk food atau makanan rendah nutrisi tetapi cenderung tinggi lemak.  Hal ini perlu menjadi perhatian agar makan junk food  tidak menjadi kebiasaan anak dan berkembang hingga dewasa.  Usia dini merupakan masa terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental seorang anak.  Tumbuh kembang yang optimal akan tercapai bila anak mendapatkan asupan yang tepat. 

    Menurut American Psychological Association, memulai kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak usia dini dapat menghasilkan keuntungan jangka panjang, salah satunya adalah anak akan terbiasa menjalani pola makan sehat hingga mereka tumbuh besar.

   Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak sebaiknya didorong untuk lebih banyak mengonsumsi makanan bernutrisi yang berguna sebagai  sumber  tenaga, menjaga metabolisme tubuh, serta mengganti sel-sel yang rusak.  Meskipun energi dan kebutuhan nutrisi mereka dapat bervariasi sesuai dengan umur,  tingkat pertumbuhan,  ukuran tubuh dan tingkat keaktifan seorang anak, namun anak harus mengonsumsi berbagai macam variasi makanan dengan rasa, tekstur dan warna yang berbeda dalam jumlah yang sesuai.

    Asupan yang seimbang untuk anak antara lain adalah produk olahan susu rendah lemak (bagi anak yang berusia 2 tahun ke atas), protein yang kaya akan zat besi, serat yang terkandung di dalam buah-buahan dan sayur, serta biji-bijian utuh.  Namun, kerap kali upaya pemenuhan asupan gizi  yang memadai menjadi persoalan yang cukup rumit bagi orang tua, karena anak cenderung pemiih ketika dihadapkan pada makanan yang mereka makan sehari-hari. Berikut beberapa kiat yang dapat diterapkan :

 Pertama, orang tua memiliki pengaruh besar dalam mengarahkan kebiasaan dan selera makan anak. Orang tua dapat membangun lingkungan yang mendukung pola makan anak sehari-hari dan menciptakan keseimbangan antara keinginan dan kebutuhan anak.

 Kedua, orang tua memberi contoh kebiasaan makan yang baik dengan mengatur pola makan dan memilih jenis-jenis makanan sehat  sehingga anak dapat melihat contoh nyata dan kemudian meniru tindakan tersebut.  Membuat jadwal untuk makan anak sehari-hari juga dapat membantu anak mengurangi kebiasaan mengemil mereka, karena anak cenderung mengurangi ngemil ketika makanan mereka sudah dijadwalkan.

Ketiga,  orang tua dapat mebiasakan anak untuk makan bersama sama dengan keluarga. Hal ini sekaligus dapat meningkatkan hubungan antar anggota keluarga. Penelitian mengatakan bahwa makan bersama keluaga dapat mendukung kebiasaan makan sehat dan meningkatkan konsumsi vitamin dan mineral.

    Beberapa kiat tersebut  yang terpenting, jangan terlalu membatasi pilihan makanan anak anda. Tidak masalah bagi anak untuk mengkonsumsi makanan cepat saji selama di bawah pengawasan dan aturan orang tua. Semakin orang tua melarang anak untuk mengonsumsi makanan tersebut, akan semakin meningkatkan kecanduan yang intens pada makanan-makanan tersebut.

     Pahamilah bahwa hal-hal tidak dapat berubah dalam waktu semalam dan kebiasaan akan berubah dalam waktu yang lama. Jika anak-anak berulang kali menolak untuk mengonsumsi makanan sehat, tetaplah mencoba. Anak pada akhirnya akan belajar untuk menyukainya selama anda terus menyediakannya. *

Sumber gambar : http://www.icp-capsule.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar