Mengapa Anak Berbohong?

     AnggunPaud - Fenomena berbohong pada anak merupakan hal yang sebenarnya sering kita jumpai. Dan karena sering terjadi, anak yang berbohong sudah menjadi hal yang dianggap biasa saja. Bahkan, orang tua pun tanpa sadar mengajarkan berbohong. Berbohong merupakan perbuatan yang tidak baik dengan mengungkapkan kejadian yang sebaliknya, mengatakan hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai.

    Berbohong disebabkan karena dua hal yang pertama adalah anak diajarkan berbohong dan kedua karena anak ingin menghindari hukuman. Pertama, anak diajarkan berbohong. Tanpa sadar terkadang orang tua mengajarkan anak untuk berbohong dan mengkondisikan anak bahwa berbohong itu benar. Orang tua yang mengajarkan berbohong kepada anak sebenarnya karena faktor ketidaktahuan dan faktor kesengajaan. Salah satu atau bahkan kedua faktor tersebut telah mendorong orang tua untuk mengajarkan anak untuk berbohong.

    Membiasakan anak berbohong sejak usia dini merupakan stimulasi yang tidak baik untuk anak usia dini, karena anak usia dini hakikatnya adalah masa pembentukan identitas anak yang akan melekat sampai anak dewasa. Dalam sebuah kasus saat anak membawa makanan dan orang tua mengajarkan untuk tidak berbagai makanan dengan temannya. “Saat dodo membawa es krim di depan teman-temannya, dodo mengatakan es krimnya rasanya pahit, ngga enak loh sambil terus memakannya”. Kebiasaan-kebiasaan berbohong kecil seperti ini yang akan menimbulkan kebohongan-kebohongan lainnya yang lebih besar. Anak menganggap berbohong diperbolehkan.

    Berbohong terjadi karena anak ingin menghindari hukuman. hukuman diberikan karena anak melakukan sebuah kesalahan atau tidak mematuhi aturan. Hukuman yang diberikan bisa berupa hukuman fisik dan hukuman psikologis. Hukuman fisik mencakup pukulan, cubit, dan lainnya. Sedangkan hukuman psikologis berupa umpatan, ejekan, dijauhi dan lain sebagainya. Anak berbohong karena merasa ia salah dan akan mendapat hukuman karena kesalahannya. Berikut contoh kasus anak berbohong disebabkan karena hasrat anak untuk menghindari hukuman atau ancaman hukuman. Saat bermain dodo tidak sengaja memecahkan vas bunga mama, dodo sangat takut karena mama dodo suka marah-marah. Mama dodo berteriak “Aaa……siapa yang memecahkan vas bunga mama!” Dodo kebingungan sambil bilang “Ngga tahu ma, mas didi yang memecahkan”

    Padahal mama dodo tahu bahwa dodo yang memecahkan vas bunganya. Kebiasaan berbohong adalah hal yang tidak baik dilakukan oleh anak-anak. oleh karena itu, sebisa mungkin orang tua harus menyikapi hal ini secara bijak. Ajak anak bicara baik-baik dan komunikasikan agar anak tidak lagi berbicara bohong. *

*Feny Nida Fitriyani, mahasiswa Pascasarjana Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

sumber gambar : http://raising-teaching-children-blogspot.co.id

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar