Media Gambar Berseri Kembangkan Bahasa Anak

     Anggunpaud - Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang cerdas, terampil, dan pandai. Salah satu kompetensinya adalah bahasa (linguistik). Seperti kita ketahui bahwa usia dini adalah masa-masa emas (the golden age moment) atau masa terbaik bagi seseorang untuk berkembang. Kompetensi bahasa anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, terutama keluarga sebagai orang terdekat yang tiap harinya berinteraksi dan menjalin komunikasi melalui bahasa.

    Oleh sebab itu, kemampuan bahasa anak pada masa-masa awal pertumbuhannya perlu dikawal agar dapat berkembang dengan maksimal. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk memancing perkembangan bahasa anak, seperti membacakan dongeng sebelum tidur, menyanyikan sebuah lagu, bermain sandiwara boneka, sampai bercerita menggunakan media gambar berseri. Media gambar berseri merupakan salah satu media yang cocok untuk mengembangkan bahasa anak.

    Imajinasi anak cenderung masih abstrak, media gambar berseri akan sangat membantu anak untuk memperoleh gambaran nyata (konsep sebuah peristiwa). Media ini berupa susunan kertas berisi beberapa buah gambar berurutan yang saling berhubungan (kronologis) dan membentuk sebuah rangkaian cerita, urutan tersebut ditandai dengan urutan nomor atau alfabet. Media ini dapat diperoleh dengan cara membeli produk jadi, mencari di internet dan mencetaknya, maupun menggambarnya sendiri. Orang tua dapat mempraktikkan penggunaan media gambar berseri dengan langkah sebagai berikut.

Pertama, atur tempat duduk (setting) anak untuk menyimak cerita. Usahakan anak pada posisi yang nyaman untuk mendengarkan. Jangan memaksa anak untuk menyimak cerita, hal tersebut tidak akan membuahkan hasil maksimal.

Kedua, menunjukkan gambar berseri dan memulai bercerita. Ketika bercerita, tunjukkan gambar secara berurutan dan bergantian. Usahakan jalin komunikasi dengan anak agar konsentrasinya tetap terjaga.

Ketiga, berikan kesempatan pada anak untuk mencoba. Anak-anak adalah peniru yang baik. Biarkan mereka meniru gaya Anda bercerita, meski dengan bahasa yang tersendat-sendat dan tidak beraturan. Beri pujian untuk usahanya tersebut. Jangan terlalu fokus pada kompetensi bahasa yang sedang dikembangkan, biarkan mengalir seperti kegiatan bermain. Anak akan merasa tertekan jika orang tua memasang target atau parameter tertentu.

Keempat, setelah dilakukan secara massiv (rutin), ajak anak untuk mulai menciptakan ceritanya sendiri. Orang tua bisa menyediakan media gambar berseri tersebut atau membuatnya bersama anak-anak. Mereka pasti antusias melakukannya.

   Secara tidak sadar, tahap demi tahap anak-anak semakin pandai bercerita, bahkan menciptakan alur kisahnya sendiri dan kosa katanya berkembang dengan pesat. Hal tersebut merupakan indikator berkembangnya bahasa anak dengan baik.

 https://liebekinder.wordpress.com/2012/03/22/berbicara-pada-anak-usia-tk-menggunakan-format-bercerita/

sumber gambar : www.volunteerweekly.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar