Menanamkan Karakter Menerima Perbedaan

     AnggunPaud - Kita harus menyadari bahwa sumber perpecahan adalah tidak adanya karakter untuk menerima perbedaan. Kita bisa melihat fenomena, anak-anak yang bertengkar pasti sumbernya adalah perbedaan, baik perbedaan pendapat ataupun fisik dan keyakinan. Dan anak-anak kita sering melakukan ini. Misalnya, ada sekelompok anak yang tidak mau menerima temannya untuk bermain karena dia agamanya berbeda, bentuk tubuhnya, atau orang tuanya berbeda secara ekonomi.

     Inilah awal atau bibit dari perpecahan itu bisa membahayakan jika dibiarkan. Untuk itu, pendidikan karakter mau menerima perbedaan ini penting bagi anak untuk ditanamkan dalam kehidupan keluarga. Dalam menanamkan karakter anak yang mau menerima perbedaan ini kita perlu melakukan tahap penanamkan karakter berikut ini.

Pertama, memberikan pengertian bahwa semua orang itu berbeda. Sejak dini kita harus memberikan pengertian dan pemahaman pada anak bahwa setiap orang itu berbeda, tidak ada yang sama. Baik berbeda fisiknya, pikirannya, pendapatnya, sampai keyakinan dan agamanya. Jika semua orang itu berbeda, maka kita tidak bisa mengedepankan perbedaan sebab pasti akan terjadi pertengkaran dan permusuhan. Tapi, sebaliknya, dengan adanya perbedaan itu, maka yang harus dikedepankan adalah pengertian dan pemahaman untuk menerima perbedaan itu.

Kedua, untuk menghormati teman yang berbeda. Jika anak sudah bisa mendapatkan pengertian untuk menerima perbedaan, maka harus ditingkatkan pemahaman anak pada keberanian untuk menghormati. Orang yang berbeda itu sama seperti kita, pasti ingin melakukan banyak kegiatan. Nah, saat mereka melakukan kegiatan maka kita sudah seharusnya untuk menghormati. Di sini anak-anak dididik untuk tidak saja menerima, tetapi menghormati orang yang berbeda dalam segala hal. Jangan menyalahkan yang berbeda, tetapi sebaliknya harus menghormatinya, sehingga mereka akan senang pada kita, dan kita juga senang pada mereka. Di sinilah yang berbeda berarti sudah saling menghormati.

Ketiga, berani berteman dengan orang yang berbeda. Tidak cukup dengan menghormati, didik anak-anak untuk kemudian berani berteman dengan teman-temannya yang berbeda. Jangan hanya berteman dengan teman yang sama. Berani juga dengan teman yang berbeda, baik fisik, keyakinan, pendapat, sampai ajaran keyakinan dan agamanya. Dengan berteman ini, maka perbedaan akan disatuan dalam kegiatan pertemanan bersama. Pertemanan yang kemudian akan saling memahami dan mengerti, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Jika demikian, persatuan antar anak yang berbeda sudah terbentuk.

Keempat, selalu membantu teman yang berbeda. Dan tidak hanya berteman saja, tetapi sampai pada sikap saling membantu dan berempati. Sikap inilah yang akan membuat kita memiliki rasa sayang yang melimpah untuk membantu teman-teman yang berbeda.

   Dari keempat langkah inilah, maka kita akan bisa menciptakan generasi muda bangsa yang menjungjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa negara republik Indonesia.*

*DIAN WAHYU SRI LESTARI Penulis buku-buku bacaan dan aktivitas anak dan pendidik untuk anak usia dini. dan kepala dan Tutor Kelompok Bermain Anak Usia Dini

sumber gambar : www.bundakonicare.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar