Pendidikan Keberagaman dan Toleransi di PAUD KM 0

JARUM jam menunjukan angka 08.00 WIB.  Pagi itu sejumlah anak usia 3-4 tahun  sudah tiba di kelasnya,  PAUD Mekar asih atau biasa dikenal dengan PAUD 0 (Nol) Kilomenet yang berlokasi  di Jalan Sudirman, tepatnya di lantai Dasar Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kondisi wajah mereka beragam. Ada yang tampak ceria, tidak sedikit  yang masih mengantuk.

Salah satunya Ayla, ada raut kelelahan dimatanya, namun langkahnya seakan makin mantap untuk masuk ke kelas, sebab para guru menyambutnya dengan ramah. Senyum kecil menyegarkan pagi yang cerah.

Ayla (3) adalah salah satu siswa yang belajar dan bermain di Paud Kilometer 0. Orang tuananya merupakan pegawai di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ayla dan puluhan siswa yang lain diwajibkan mengikuti kegiatan hingga sore hari.

Hari itu, Kamis (8/6) Ayla mengawali hari dengan bernyanyi, suara khas lengkingan anak-anak di PAUD Kilometer 0 menjadi semacam pewarna di pagi hari. Saat ditemui dilokasi semua anak-anak cenderung menikmati materi yang diberikan pengajar.

Sudah tidak ada lagi anak yang merengek kepada orang tuanya, atau menangis saat ditinggal orang tuanya bekerja. PAUD kilometer 0 sendiri merupakan PAUD yang dibangun untuk kepentingan karyawan atau Staf Kemendikbud. sebelumnya PAUD ini adalah Tempat Peneitipan Anak (TPA) baru 2016 PAUD Mekar Asih atau PUD Kilometer 0 dijadikan PAUD percontohan di Indonesia

Menurut Kepala Sekolah PAUD Kilometer 0, Sri Mulyani atau karib disapa Yani mengatakan,PAUD yang baru genap setahun ini memiliki banyak program dan fasilaitas yang banyak. Terutama saat bulan ramadhan ini.

"Banyak, meski baru setahun berjalan kami mau buatprogram atau kegiatan yang banyak di bulan ini. sekalian memperkenalkan anak-anak tentang Ramadhan,"katanya saat ditemui di Jakarta, kamis (8/6).

Usia siswa PAUD Kilometer 0 berkisar antara 1 sampai Pras Sekolah Dasar atau 5 tahun. Akan tetapi pihak PAUD sendiri memberikan materi keagamaan seperti membaca surat-surat pendek.

Kebanyakan dari mereka belum banyak yang mengenal ayat-ayat atau surat pendek namun, dengan ditambah sedikit sesi bernyanyi sebenarnya pelan-pelan menurut Yani, anak-anak mampu mengikuti.

"Bukan hafalan,Tapi memperkenalkan dulu kepada mereka apalagi di usia 5-6 tahun yang mau masuk SD sangat perlu diperkenalkan,"katanya.

Sebenarnya ilmu mengenai keagamaan tidak hanya diberikan saat-saat bulan atau waktu tertentu saja. Pembiasaan akan kehidupan sehari-hari juga tidak luput diajarkan di PAUD yang diresmikan pada era Menteri Anies Baswedan itu.

Dihari biasa selain bulan ramadhan kegiatan berlangsung pada pukul 08.30 WIB sampai dengan 17.00 WIB.Namun saat bulan suci ini kegiatan hanya dilakukan hingga pukul 15.00 WIB saja. "Menikuti jam pulang kantor,"kata yani.

PAUD yang merupakan salah satu PAUD percontohan ini memiliki berbagai macam ruang bermain, ruang apresiasi seni, ruang bermain, dan ruang untuk tidur untuk anak-anak. termasuk ruang untuk kegiatan keagaman juga tersedia.

Namun pada bulan suci Ramadhan ini, anak-anak juga turut diajak mengikuti aktivitas di masjid. Tujuannya agar anak-anak mengenal segala aktivitas umat islam ketika menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Mengenai permainan-permainan yang ada di PAUD ini, Yani mengatakan sudah dikaji terlebih dahulu. Bila memasuki areal taman bermain ini, terdapat area bermain pasir untuk anak-anak. Bak kolam juga tersedia di PAUD ini, Seluruh fasilitas seperti permainan, bacaan, alat-alat musik seluruhnya telah lulus uji banding di seluruh PAUD percontohan di Indonesia.

Namun menurut Yani, setiap kegiatan selama bulan Ramadhan ini, masing masing kategori umur tidak disamakan. Alasannya setiap anak memiliki standart bermain yang berbeda. terutama diusia 1 sampai 3 tahun, biasanya lebih banyak aktivitas didalam kelas.

"Untuk 4 sampai 5 tahun tentu aktivtas seperti berkunjung ke masjid lebih banyak. Sebab anak-anak kan belum semua berpuasa,"katanya.

Sebagai PAUD percontohan sekaligus daycare, PAUD Mekar Asih tidak banyak mengajarkan membaca atau menulis. Hal tersebut merupakan standar kurikulum PAUD, kegiatan bermain dan dan sedikit aktivitas fisik menjadi kegiatan utama yang dilakukan.

Salah satu pengurus PAUD Mekar AsihFifati Gutama mengatakan di PAUD ini terbagi menjadi tiga kategori usia yaitu 1 sampai 3 tahun, kategori usia 3 sampai 4 tahun dan kategori usia 5 sampai 6 tahun ( pra SD). Seluruhnya memiliki aktivitas berbeda-beda.

"Seperti yang diketahui tentu anak usia 1-3 tahun akan berbeda materi dan pengalaman yang diberikan,"katanya.

Aktivitas harian sebelum memulai pelajaraan biasanya diawali dengan mengajarkan anak untuk berdoa. Setiap kegiatan sendiri harus diawali dengan memperkenalkan kebiasaan berdoa.Baik sebelum kegiatan, bermain, makan sampai ke waktu tidur siang. 

Sejauh ini minat anak-anak mengikuti aktivitas keagamaan khususnya bagi mereka yang beragama islam sudah sangat baik. Rifati mencontohkan ketika bagaimana mereka dengan khsusyuk memperhatikan orang-orang beribadah atau ketika mereka melakukan ibadah itu sendiri.

"Dengan memberikan gambaran atau contoh dari lingkungan sekitar itu agaknya membuat anak semakin memahami bagaimana seharusnya melakukan kegiatan keagamaan,"katanya. Eko B Harsono dan Tegar Rizqon

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar