Berdongeng, Berkelana

     AnggunPaud - Masa kecil adalah nostalgia pada kata-kata yang berwarna. Pikiran mengingat masa-masa di mana kegembiraan, keceriaan, dan rasa penasaran berbaur menjadi satu, lewat dongeng. Dongeng menjadi suluh waktu. Selalu dinanti dengan telinga siap mendengarkan dan menyimak. Ketika cerita ternyata belum usai, hati tak sabar menanti esok untuk memperoleh akhirnya.

   Dongeng memiliki magnet tersembunyi yang akan membuat anak-anak memperhatikan dengan khusyuk dan khidmat di setiap alur cerita. Dongeng-dongeng itu nantinya akan terbayang menjadi panutan bertingkah dan berbuat. Dongeng-dongeng itu juga akan menjadi sebuah kenangan akan masa kecil yang telah berlalu. Perkenalan dan kecintaan seseorang dengan buku bisa berawal dari dongeng.

   Dongeng yang tertulis dan habis dibaca sekali duduk. Persentuhan dengan dongeng sejak kecil inilah yang membangun sumbu selalu menjelajah dan mencari. Imajinasi pun terasah untuk selalu merdeka lewat dongeng-dongeng yang menceritakan berbagai keanehan dan keunikan. Ada sebuah keajaiban bagaimana cerita itu bisa terjadi.

    Hal ini mesti diperhatikan orang tua untuk mendampingi dan mengenalkan anaknya dengan dongeng-dongeng. Apalagi jika anak sering menghabiskan banyak waktu di rumah. Mereka tentunya merindukan saat-saat berkumpul dengan orang tua yang siap membagikan berbagai kisah. Perhatian anak-anak teralih dari televisi atau gawai asuh. Tampilan visual yang dihadirkan televisi biasanya sepintas terekam dan menghilang ketika acara selesai.

     Lewat dongeng, anak akan bebas membangun setiap tokoh atau tempat. Petualangan dan kenangan budaya lisan orang-orang terdahulu memberi kesempatan mewariskan berbagai cerita turun temurun. Meski sebagian tidak jelas sumbernya, isi cerita yang kaya jauh lebih penting untuk dipikirkan. Hari ini, kita lebih beruntung karena sudah banyak dongeng yang ditulis atau dibukukan. Buku-buku tumbuh bersamaan dengan tradisi penceritaan mulut.

    Apalagi, untuk anak-anak yang belum bisa membaca, menantikan suara magis dari cerita. Anak-anak seperti Aesop, petualang cilik dalam buku Aesop (2004) yang ditulis oleh Andrew Bailey. Aesop bermain sampai akhirnya menemukan danau di sebuah hutan. Ia berada di antara rasa tertidur sekaligus terjaga. Aesop pun menyadari bahwa dirinya telah berada di tempat yang berbeda yaitu di Negeri Fabel. Di sana ia bertemu dengan lelaki tua yang bisa membaca pikirannya. Lelaki tua itulah yang mengajak Aesop menyusuri Negeri Fabel dan menceritakan banyak hal.

    Negeri Fabel adalah negeri ajaib, tempat para dewa belajar tentang kebenaran dan kebijaksanaan. Di negeri itu, Aesop juga bertemu dengan binatang-binatang yang bisa berbicara. Ada matahari dan angin yang sedang bertaruh, ada juga orang-orang yang mengalami hal tidak terduga karena kecerobohannya. Petualangan seperti ini memang tidak terjadi di dunia nyata anak-anak, tapi mereka bisa mengalaminya lewat pikiran yang berimajinasi. Seperti ketika bermain, dongeng-dongeng akan ikut serta mewarnai permainan. Anak-anak bisa berperan sebagai petualang kecil, penjelajah, atau pengelana yang naik kuda.

    Petualangan bisa terjadi karena bekal dongeng. Dongeng juga membawa petualangan kembali ke kenangan masa kecil. Seperti cerita cerpenis dan novelis Indah Darmastuti berjudul Masa Kecilku adalah Dongeng yang dihimpun dalam buku Mengenang (2012). Masa kecil Indah adalah ayah yang pandai mendongeng. Ayahnya tidak membawa buku panduan saat mendongeng. Ketika malam tiba, Indah akan pura-pura belajar di dekat dipan di mana adik-adiknya mendengarkan dongeng dari ayahnya.

    Ingin sekali ia bergabung dengan adiknya, tapi oleh ibunya ia disuruh belajar dan mengerjakan PR karena dia sudah besar. Dongeng juga mengingatkan Indah pada sosok gurunya bernama Bu Mirah. Bu Mirah juga-lah yang mengawali minat baca-tulis. Dongeng yang menjadi kenangannya ternyata tidak hanya mampu membawa kegembiraan saja. Teringat lagu dari band Wayang berjudul Dongeng agar dongeng tidak menghilang dari peredaran keseharian anak. Dongeng sebelum tidur/ ceritakan yang indah biarku terlelap/ dongeng sebelum tidur/ mimpikan diriku mimpikan yang indah….

   Biarlah anak-anak memperoleh kebahagiaannya lewat dongeng. Suara-suara cerita itu akan jadi perbekalan berarti dalam masa bertumbuh.

sumber gambar : www.youtube.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar