Memahami Tiga Penalaran Moral Anak

Sesungguhnya, moral yang perlu diajarkan ke anak-anak itu bukan hanya persoalan perbuatan baik yang harus dilakukan dan perbuatan buruk yang harus dihindari. Tetapi juga harus diajarkan alasan anak harus berbuat baik dan harus menghindari perbuatan buruk. Inilah yang disebut dengan penalaran moral. Penalaran moral itu berkaitan dengan alasan-alasan yang diketahui anak kenapa dia berbuat baik.

Saat anak ditanya alasan dia harus belajar? Dan anak menjawab, “karena kalau tidak belajar nanti dimarahi ibu,” akan berbeda dengan anak yang menjawab, “karena agar mendapat hadiah,” atau “agar naik kelas”. Anak yang belajar dengan alasan karena takut pada ibu, nalar moralnya lebih rendah dari yang belajar karena ingin mendapat hadiah atau agar naik kelas. Anak yang bernalar moral tinggi pasti memiliki pemahaman moral yang baik, karena dia berbuat baik berdasarkan alasan-alasan yang baik.

Di sinilah, kita sebagai guru dan orang tua harus memhami tiga penalaran moral yang dipahami anak. Pertama, penalaran moral paling rendah dari anak adalah karena alasan hukuman. Di sini adanya hukuman menjadi alasan berbuat baik. Karena takut pada hukuman yang akan didapat, maka anak-anak melakukan kebaikan. Berarti jika hukuman tidak ada, maka anak tidak akan melakukan kebaikan. Anak-anak dengan penalaran moral ini biasanya akan baik dan patuh jika ada hukumannya, jika tidak, mereka tidak akan berbuat baik.

Kedua, penalaran moral yang lebih tinggi, yaitu berbuat baik karena ada hadiah. Penalaran moral ini berprinsip bahwa anak berbuat baik karena adanya imbalan atau hadiah. Tanpa hadiah, anak tidak akan melakukan kebaikan. Untuk meningkatkan kebaikan anak berjenis penalaran moral hadiah ini harus dilakukan dengan sering memberikan hadiah pada anak yang berbuat baik. 

Ketiga, tahap penalaran moral tertinggi pada anak muncul jika anak berbuat baik karena ingin menjadi anak baik. Artinya, menjadi anak yang baik menjadi motivasi tertinggi anak dalam berbuat kebaikan. Jika ditanya kenapa kamu belajar? Maka anak akan menjawab, karena saya ingin menjadi anak yang pandai. Anak seperti ini tidak peduli pada hukuman atau hadiah, sebab dia berbuat baik demi kebaikan itu sendiri. 

Ketiga penalaran ini harus kita pahami, agar dalam mendidik anak, kita bisa mengarahkan penalaran moral anak, serta bisa meningkatkannya ke penalaran moral tertinggi. *

Umi Khomsyatun, tutor Kelompok Bermain dan Kejar Paket B dan C SKB Purwokerto.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar