Menumbuhkan Sisi Spiritual Si Kecil

    AnggunPaud - Kapankah anak dikenalkan dengan Tuhan Penciptanya? Ya, ketika anak sudah mulai berbicara dan bertanya. Demikian juga bila aktivitas ibadah mulai dilakukannya, mereka akan bertanya untuk apa beribadah. Selanjutnya kita akan jawab “ini semua kita lakukan agar Allah semakin sayang pada kita nak”. Tentu ia akan bertanya siapa itu Allah. Apapun dijagat raya ini tidak muncul dengan sendirinya. Segala sesuatu dijagat ini diciptakan Allah swt.

    Si kecil harus memahami bahwa dirinya dan orang lain diciptakan oleh Allah. Allah meliputi alam ini. Manusia tidak bisa melihat Allah, namun dapat merasakan kehadiran-Nya. Bagaimana manusia bisa merasakan kehadiran-Nya. Manusia bisa hidup, bisa merasakan sedih dan gembira, bisa mengalami sesuatu, bisa mengalami siang dan malam, bisa bertambah besar semua proses itu pasti ada yang mengaturnya yaitu Allah SWT Tuhan semesta alam.

    Memang perlu kesabaran, ketelatenan serta kejelian untuk mengenalkan Allah SWT dan aktifitas spiritualnya kepada anak dan membuat mereka mengenal-Nya. Berikut ini ada beberapa tips yang dikutip dari parentcenter-babycenter yang bisa diterapkan untuk menumbuhkan sisi spiritual si kecil sejak usia dini:

• Manfaatkan aktifitas sehari-hari. Misalkan pada saat berangkat sekolah, katakan padanya, Alhamdulillah, hari ini Allah ciptakan suasana yang cerah, jadi dedek bisa berangkat sekolah sambil menghirup udara segar. Atau bila hari sedang hujan, katakan padanya, Alhamdulillah hari ini Allah berikan keberkahan pada kita dan makhluk bumi lainnya dengan air yang turun dari awan (langit red). Meskipun hujan kita tetap merasakan kesegaran dan kesejukannya.

• Kenalkan pada Penciptanya. Mulailah dari alam dan makhluk yang ada disekitarnya. Misal ibu punya limbah kangkung yang masih ada akarnya, ajak ia berkebun dan menanam bersama dan perlihatkan bagaimana kangkung atau tanaman yang ia tanam, tumbuh dan berkembang karena kuasa-Nya.

• Jadikan aktivitas spiritual menjadi saat yang menyenangkan bagi si kecil. Misalkan pada saat buka puasa Ramdhan ajak si kecil berjalan-jalan ke panti asuhan untuk berbagi alat tulis atau sekedar berbuka puasa bersama. Atau lakukan aktifitas menonton bersama film-film religius seperti cerita nabi-nabi serta mendengarkan lagu-lagu nasyid bernuansa agama.

• Ketika libur keagamaan tiba, jelaskan pada si kecil mengenai hikmah hari lbur tersebut dan kita dapat lakukan kegiatan menyenangkan bersamanya. Misal pada saat hari raya Idul Adha, mengapa orang Islam yang mampu harus mengurbankan hewan dan berbagi pada sesama yang berhak. Lalu ajak si kecil untuk mengunjungi tempat penjualan hewan qurban. Si kecil pasti senang melihat hewan-hewan yang mungkin tidak pernah ia lihat setiap harinya.

sumber gambar : www.arborsaz.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar