Literasi Uang untuk Anak

    AnggunPaud - Seringkali anak meminta sesuatu pada orang tua dan mengharuskannya. Ada juga yang boros dalam membelanjakannya. Anak tinggal meminta tanpa tahu betapa orang tua susah payah untuk mndapatkan uang. Ya, memang sudah menjadi tugas sebagai orang tua dan menjadi hak anak untuk mendapatkan nafkah. Tetapi perlu pendidikan agar anak bijak dalam membelanjakannya.

    Literasi pengelolaan uang bisa diperkenalkan sejak dini, sehingga anak akan paham dalam mengelola uang. Literasi uang sejak dini akan berpengaruh sampai ia dewasa dalam mengelola uang. Berikut beberapa kiat agar anak menghargai uang:

Pertama, ajarkan anak untuk gemar menabung. Berikanlah uang saku dan ajarkan pada anak untuk menyisihkan uang tersebut. Belikanlah celengan dengan bentuk yang unik agar anak suka atau membuka rekening tabungan anak di bank. Dengan upaya tersebut anak akan lebih bersemangat untuk menabung. Berilah pengertian bahwa dengan menabung akan membantu memenuhi kebutuhan yang insidental atau dapat membeli sesuatu yang diinginkan anak.

Kedua, ajarkan anak untuk berhemat. Misalnya dengan memberikan pengertian mana kebutuhan yang harus dibeli terlebih dahulu, bukan hanya keinginan semata. Tanamkan pada anak agar membeli sesuatu yang bermanfaat seperti, alat tulis, buku bacaan dan lain sebagainya. Beri pengertian agar tidak menghambur-hamburkan uang. Contoh lain adalah memberi bekal sekolah agar anak tidak jajan. Karenanya anak akan lebih berhemat selain anak tidak jajan sembarangan.

Ketiga, membelikan keinginan anak dengan syarat. Jika anak menginginkan sesuatau sebaiknya orang tua jangan langsung mengabulkannya. Berilah pengertian padanya, mintalah persyaratan pada anak untuk melakukan sesuatu. Misalnya jika anak bisa mendapat juara satu atau masuk tiga besar keinginannya untuk punya sepeda baru, sebuah mainan dan yang lainya dapat dikabulkan orang tua. Atau beri pengertian bahwa barang miliknya masih baik. Jadi untuk mengganti yang baru belum dibutuhkan.

Keempat, ajaklah anak untuk berbagi dengan sesama. Ajarkan sedekah pada anak, misalnya ajak anak untuk mengisi kontak infak di masjid, di tempat umum atau yang lainnya. Contoh lain misalnya memberikan sedekah pada pengemis. Berikanlah pengertian pada anak bahwa ia harus bersyukur karena masih punya ayah ibu yang memenuhi kebutuhan mereka. Dengan demikian anak akan berfikir jika meminta sesuatu. Anak akan berpikir bahwa orang tuanya dalam mencukupi kebutuhannya harus banting tulang. Semoga bermanfaat.*

*LAELATUL ISTIQOMAH.

sumber gambar : www.parents.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar