Perkenalkan, Permainan Tradisional Siguk

Siguk adalah permainan tempo dulu yang sering dimainkan anak-anak daerah Banyumas di era tahun 1970-an. Permainan ini jarang bahkan tidak pernah lagi terlihat dimainkan anak-anak. Jaman sekarang anak-anak lebih senang berlama-lama bermain gawai (gadget), sehingga mereka mudah mengeluh kelelahan, jika bergerak sedikit saja.

Siguk biasa dimainkan dua anak atau lebih. Permainannya sangat sederhana dan mudah dilakukan semua anak. Untuk ikut bermain siguk, anak-anak harus mencari batu sebesar telapak tangan mereka yang berbentuk pipih sebagai gaco (alat untuk memenangkan permainan). Berikut cara bermain siguk:

Pertama, buatlah kesepakatan antar pemain untuk menentukan letak garis mulai (start) dan selesai (finish). Biasanya semakin panjang lintasan, semakin seru permainan. Kemudian semua pemain berada di garis start untuk melempar gaco. Gaco pemain pertama akan dikenai oleh pemain kedua, pemain ketiga akan mengenai gaco pertama dan kedua, begitu seterusnya. Apabila gaco terkena lemparan lawan, maka pemilik gaco dinyatakan gugur dan tidak boleh ikut bermain. Dibutuhkan kemampuan membidik yang baik agar tepat sasaran.

Kedua, pemain dengan lemparan terdekat mendapat kesempatan menendang gaco lawan sampai garis finish. Cara menendang harus menggunakan bagian samping bawah telapak kaki. Sementara posisi kaki menyilang, kaki yang di belakang yang digunakan untuk menendang agar gaco milik kita mengenai gaco lawan, sehingga bergeser posisinya mendekati garis finish. Usahakan gaco kita tidak ikut mengenai garis finish sebelum semua gaco habis. Apabila gaco kita ikut mengenai garis finish, maka kita dianggap sudah kalah.

Selain membutuhkan kemampuan membidik sasaran dengan baik, anak juga dilatih mengontrol kekuatan kaki dalam menendang. Tendangan tidak boleh terlalu keras, agar gaco kita tidak masuk ke garis finish, dan juga tidak boleh terlalu lemah, karena bisa jadi gaco lawan tidak bergeming dari tempatnya. Kemampuan keseimbangan juga terstimulus dari cara menendang gaco yang harus dilakukan dengan posisi kaki menyilang. Sesekali anak akan berjinjit saat menendang (menggunakan telapak kaki bagian depan) ketika gaco yang disasar berada cukup jauh.

Permainan siguk sangat bermanfaat dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan fisik motorik anak, begitu pula dengan perkembangan sosial emosional mereka. Masih banyak permainan tempo dulu yang berasal dari daerah di seluruh Indonesia yang harus dibangkitkan dan terus dilestarikan. *

Lely Diah Eko Priyantini, guru TK Diponegoro 03 Karangklesem

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar