Mengajarkan Puasa Sejak Dini

     AnggunPaud -  “Ih, kamu sih puasa malah bawa bekal. Tidak boleh, tahu!”, ujar N kepada H yang ketahuan membawa botol minum dan bekal lain di tasnya. “Iyaaa, kalau lagi puasa itu ga boleh bawa makanan ke sekolah. Harus ditahan laparnya!”, tambah J. Begitulah, sekilas percakapan anak –anak kelompok A di TK. Mereka malah membully temannya yang membawa bekal.  

    Berpuasa memang merupakan kewajiban umat Islam di dunia. Bagi anak usia dini belum ada kewajiban untuk melakukan puasa, hanya saja hal ini perlu dibiasakan agar anak mengetahui tata cara berpuasa yang benar dan tidak kaget ketika menjalankannya di usia baligh nanti. Berpuasa di kala sekolah sungguh sangat menantang bagi si kecil. Mereka harus mengelola energi mereka yang aktif agar tidak lemas kehausan dan lapar sebelum waktu berbuka.

    Selain itu, si kecil juga harus belajar mengelola emosi agar tidak marah, berbohong, dan lainnya agar tidak mengurangi pahala puasa. Namun, si kecil tetaplah si kecil dengan segala keaktifan mereka. Adakalanya, mereka akan mengeluh haus dan lapar sebelum berbuka. Berbuka bagi si kecil tentu bukan saat bedug magrib. Ajarkan berpuasa secara bertahap. Berpuasa mulai dari terdengar adzan subuh lalu berbuka ketika jam 10 pagi, bedug dzuhur, atau waktu-waktu yang disepakati bersama si kecil.

     Bisa pula si kecil diajak untuk puasa sambung artinya ketika jam 10 pagi berbuka, maka mulai puasa lagi sesudah dzuhur sampai magrib. Si kecil juga mulai dibiasakan untuk menjaga diri agar tidak makan di hadapan orang yang sedang berpuasa. Adapun beberapa aktifitas yang bisa dilakukan si kecil sampai waktu berbuka puasa tiba adalah sebagai berikut :

pertama, ikutsertakan si kecil sahur bersama keluarga. Sebelumnya, orang tua/guru harus memberitahu bahwa sahur itu sangat penting bila dibangunkan jangan sampai si anak marah atau merajuk. Bangunkan mereka dengan jarak tidak terlalu jauh dari waktu adzan subuh agar si kecil tetap segar beraktifitas di siang harinya. Cara unik membangunkan si kecil bersemangat mengikuti sahur bisa dengan membuat menu makan atau minum sahur favorit anak.

kedua, godaan terberat kala puasa adalah setelah salat subuh. Di waktu ini, biasanya kantuk menggelayuti mata kita. Sebelum hal ini terjadi maka ada baiknya ajak si kecil untuk mandi agar badan segar dan kemudian dilanjutkan dengan aktifitas di luar rumah seperti berjalan-jalan sebentar di sekitar rumah sambil duduk menikmati pemandangan dan udara segar di pagi hari. Namun, bila si kecil kurang menyukai aktifitas di luar rumah, jangan paksakan. Kita alihkan kegiatan outdoor di pagi hari dengan aktifitas di rumah bisa berupa menonton video, merencanakan menu buka puasa, atau aktifitas menyiapkan keperluan ke sekolah.

ketiga, aktifitas pagi hari selanjutnya adalah bersekolah. Bagi guru dan orang tua, selama berpuasa biasakan si kecil tidak membawa bekal di sekolah. Kemudian batasi kegiatan anak hanya di indoor saja seperti bermain puzzle, mendengar cerita islami kemudian permainan permainan yang menyenangkan lainnya. Si kecil tetap bermain di luar hanya di waktu sebelum masuk kelas dan ketika pulag sekolah. Dengan cara ini energy si kecil akan tersimpan sehingga tidak membuat cepat lapar dan haus.

keempat, aktifitas selanjutnya yaitu di rumah setelah kegiatan sekolah selesai. Bila kesepakatan berbuka adalah jam 10 pagi atau bedug dzuhur, maka aturan itu harus ditepati, tapi tetap aturan yang fleksibel ya artinya kita lihat kondisi anak apakah mengeluh ingin berbuka hanya merupakan rengekan manja atau benar-benar karena memang tidak kuat melanjutkan puasa. Kegiatan menjelang dzuhur adalah istirahat, bisa diselingi dengan menonton video atau televisi dengan pendampingan dari orang dewasa, membaca buku bagi si kecil. Nabi Muhammad malah menganjurkan untuk tidur (sebagai upaya istirahat ) sebelum dzuhur, anjuran yang bermanfaat kan di kala puasa?

kelima, waktu dzuhur sampai bedug magrib bisa diisi kegiatan salat dzuhur, asar berjama’ah sambil mengaji. Agar lebih segar, si kecil juga boleh mandi setelah bangun tidur siang dan juga menjelang magrib. Kemudian ajak si kecil untuk lebih menyenangi masjid dengan berbagai kegiatan di masjid. Sambil menunggu berbuka puasa, ajak anak untuk melihat persiapan berbuka seperti memasak, membeli takjil dsb.

keenam, saat berbuka, tanamkan kepada si kecil untuk menyegerakan berbuka dan tidak makan berlebihan. Kemudian segera salat magrib dan isya serta tarawih berjamaah. Lanjutkan dengan aktifitas istirahat sambil mendengarkan hapalan si kecil lalu pujilah kehebatan si kecil karena mampu melewati puasa hari ini. Memang tampaknya terasa berat mengajak si kecil berpuasa namun membiasakan secara dini akan menjadikan si kecil lebih optimal dalam menjalani masa wajib berpuasa nanti.

   Aktifitas di atas tak melulu harus didampingi orang tua, bisa juga didampingi oleh pengasuh anak ketika aktifitas sekolah sampai sore. Jadi tak perlu khawatir sebagai orang tua yang berkarir, justru saat berpuasa adalah saat dimana banyak kebersamaan bersama si kecil. Bersama si kecil saat makan sahur, buka dan tarawih. Selamat berpuasa bersama si kecil.*

*Nur Fitri Agustin adalah : Guru di TKIT IBNU ABBAS, Talun, Kab. Cirebon dan juga mahasiswa PGPAUD UMC semester 8

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar