Ketergantungan Anak dengan “Teman Tidur”

     AnggunPaud - Menyediakan teman tidur bagi anak memang sangat membantu untuk membuatnya terlelap lebih cepat. Sayangnya, ada satu hal yang kadang menjadi sebuah kekhawatiran bagi orang tua, yaitu jika anak ketergantungan terhadap teman tidurnya. Beberapa anak terkadang tidak dapat lepas dengan teman tidurnya, bahkan tidak mau jika dicuci.

    Terkadang pula teman tidurnya akan dibawa kemanapun anak pergi, misal ke sekolah dan bermain. Ia akan menangis jika teman tidurnya hilang pandangan darinya. Rasa khawatir, jika kebiasaan ini akan terbawa hingga beranjak besar. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar anak tidak terlalu terikat dengan teman tidurnya.

Pertama, membuat kesepakatan batasan tentang keberadaan teman tidur dengan anak. Membuat aturan kesepakatan dengan melibatkan anak akan terasa lebih efektif. Misalnya, teman tidur si kecil hanya boleh digunakan saat tidur dan hanya boleh berada di atas tempat tidur saja. Diskusikan alasan bersama si kecil “Kalau Delli (misal: nama boneka teman tidurnya) dibawa kemana-mana nanti jadi kotor, warnanya jadi tidak bagus lagi deh?” Pelibatan anak dalam pengambilan keputusan akan membuat anak lebih memahami suatu aturan sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.

Kedua, di luar aktivitas tidur, berikan anak stimulasi atau mainan lain yang membuatnya aktif atau sibuk, sehingga melupakan teman tidurnya. Orang tua bisa memberikan anak aktivitas bermain yang lebih mendidik tanpa mengeluarkan biaya yang banyak. Misalnya dengan bermain permainan tradisional, atau permainan lainnya yang disukai anak.

Ketiga, jadwalkan kapan teman tidurnya itu harus mandi. Biasakan anak untuk merelakan teman tidurnya tersebut absen beberapa hari karena harus di cuci atau dibersihkan. Komunikasikan dengan baik dengan si kecil. “Deli juga seperti Dila, dia harus mandi. Coba, kalau Dila mandi supaya apa? Supaya bersih dan tidak ada kumannya kan?, Delli juga sama dengan Dila, Delli harus mandi supaya bersih, wangi dan tidak ada kumannya."  Melalui komunikasi yang baik anak akan lebih mengerti dan menerima alasannya, bukan dengan bahasa larangan.

Keempat, bacakan anak buku dongeng sebagai pengantar tidur. Membacakan buku dongeng sebelum tidur juga bisa menjadi alternatif pengganti teman tidur untuk anak. Perhatian anak akan teralih dengan imajinasi dari cerita dongeng tersebut. Di sisi lain, manfaat dongeng begitu besar untuk anak, terdapat pendidikan karakter yang dapat diajarkan melalui dongeng. Orang tua bisa menyisipkan pesan-pesan dalam dongeng untuk mengajarkan si kecil pendidikan karakter.

    Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan di atas, para oragtua tidak perlu khawatir ketergantungan anak terhadap teman tidurnya. Pastikan komunikasikan dan diskusikan aturan dengan baik bukan dengan bahasa larangan.*

*(MUNASIROH, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah dan Pegiat Literasi TBM Wadas Kelir)

 

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar