Mengajari Anak untuk Peduli

    AnggunPaud - Betapa senangnya jika kita mempunyai seorang anak yang dermawan. Dia akan menjadi anak yang suka memberi, menolong, dan peduli kepada siapa pun. Tentu saja setiap orang tua berharap kelak anak-anaknya menjadi orang yang berkecukupan sekaligus orang yang dermawan. Untuk mencapai tujuan itu tentu saja seorang anak harus diajari dan dilatih sedini mungkin untuk berbagi terhadap orang lain.

    Menumbuhkan sikap peduli sesama dan suka berbagi harus dibangun sejak mereka kecil. Hal itu penting mengingat kepekaan anak dimulai sejak dini. Anak-anak kita yang masih kecil tentu tidak akan merasa bersalah jika dirinya tidak berbagi kepada temannya saat dirinya tengah makan atau memiliki sesuatu. Ini sangat wajar mengingat mereka belum memiliki penalaran. Oleh karena itu sangat perlu kita melatihnya sedini mungkin agar mereka menjadi anak yang suka berbagi.

    Berlatih dari hal-hal kecil harus dikembangkan dengan bimbingan orang tua dalam setiap kesempatan. Ada beberapa hal yang perlu diajarkan untuk hal itu.

Pertama, bawalah anak kita saat dirinya memiliki sesuatu. Misalnya saat dirinya memiliki makanan cobalah dia bawa ke tempat dimana terdapat anak lain atau teman yang memungkinkan mereka berinteraksi. Perhatikan apa yang dia lakukan? Apakah dia mencoba membagi makanan itu? Ataukah ia tetap memakannya sendiri? Jika ia berbagai, mungkin saja dilakukan karena dua hal. Bisa karena ia memiliki kesadaran untuk berbagi atau mungkin juga karena si kawan yang berinisiatif meminta. Biarkan dulu kejadian itu mengalir apa adanya. Bila ia memberi karena inisiatif sendiri maka setelah kejadian itu kita perlu menjelaskan bahwa perbuatan itu sangat benar dan baik. Jika dirinya memberi karena dimintai teman, maka perlu kita jelaskan bahwa sebaiknya kita menawari dulu sebelum mereka meminta. Tekankan agar di saat lain si anak akan mengubah sikap namun jangan sampai kita menyalahkan atau menyudutkannya karena hal itu memang masih di luar kenalarannya.

Kedua, selalu kita berikan cerita, dongeng, teladan, atau nasehat yang baik serta berkaitan dengan sikap kepedulian dan sayang kepada teman. Berilah cerita dan nasehat yang sederhana agar mereka bisa memahami dan bisa melaksanakannya. Cerita-cerita itu harus terus kita tanamkan dengan tujuan agar mereka semakin peka terhadap sesama dan tumbuh rasa kasih sayang dan kepeduliannya kepada sesama.

Ketiga, berilah dia keteladanan. Cobalah kita lakukan perbuatan yang menunjukkan rasa kepedulian kepada orang lain saat kita bersama anak kita. Dengan demikian anak-anak akan dapat melihat dan meniru apa yang kita lakukan. Apalagi jika kita sering memberikan keteladanan itu. Sifat anak yang suka meniru tentu akan berlaku juga untuk hal ini.

   Untuk membiasakan anak berbagi dan peduli serta mengasihi sesama tentu tak akan mulus seperti harapan kita. Banyak kendala yang kita hadapi baik saat menasehati maupun memberikan keteladanan. Anak-anak sering kali bersikap sebaliknya. Dia menolak ketika kita menasehati agar dirinya mau berbagi. Bahkan kadang ketika kita mempunyai inisiatif untuk membagi sesuatu kepada temannya, pun si anak kadang menangis.  Jangan simpulkan bahwa anak kita terlalu pelit atau tak memiliki kepekaan terhadap teman. Itu hanya urusan dirinya belum memahami saja. Yang penting kita memiliki keinginan yang mulia. Mengajari anak kita untuk menjadi dermawan.

   Jadikan anak kita mejadi anak yang peduli sesama bukan mengajari anak kita menjadi manusia yang pelit, egois, dan tak memiliki kepekaan terhadap sesama. Karena kepekaan terhadap sesama, sifat suka menolong, dan peduli pada dasarnya adalah ajaran Tuhan yang mulia. *

*Riyadi-Pendidik di SDN 1 Kediri Kec. Karanglewas Kab Banyumas, pemerhati pendidikan anak, pegiat piterasi di KOMPAK, dan pencipta lagu anak-anak.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar