Menghadapi Anak Lamban Berbicara

     AnggunPaud - Betapa senang, jika kita melihat anak-anak kita tumbuh dengan sehat. Anak-anak berceloteh dengan lucunya, mengungkapkan satu dua kata dengan bahasa mereka jika bicara. Namun bagaimana jika anak secara usia perkembangan seharusnya sudah mampu berbicara, karena beberapa hal belum atau menghadapi kesulitan dalam berbicara. Misal anak hanya mampu mengucapkan kata "mama" setiap meminta sesuatu.

     Kemampuan berbahasa anak setelah kemampuan mendengar adalah kemampuan berbicara. Dalam masa ini anak akan mampu menyerap kata-kata yang didengarnya, sehingga anak mampu menirukan dalam bentuk verbal atau bicara. Sebelum usia sekolah, anak-anak sudah mampu menguasai beberapa kalimat sederhana walau kadang belum sepenuhnya berbicara yang benar yang dimengeri orang dewasa.

    Peran orang tua dalam usaha melatih anak untuk berbicara sangatlah penting. Orang tua yang sering berkominikasi dengan anak akan melatih perkembangan berbicara anak sehingga sangat kecil kemungkinan anak mengalami kesulitan berbicara. Berbeda dengan orang tua yang tidak memberikan motivasi anaknya dalam berbicara, apakah karena malas, sibuk atau tidak mengerti akan pentingnya perkembangan berbicara. Hal ini akan mengakibatkan anak mengalami kesulitan berbicara. Ini menyebabkan anak akan merasa minder dan mengganngu perkembangan sosial dan emosional anak.

    Ayah bunda, dalam usaha mengembangkan bahasa anak khususnya berbicara sangat memerlukan peran keluarga. Jika anak sudah masuk sekolah maka peran ini juga menjadi tugas guru untuk membantu pengembangan berbicara anak. Oleh karena itu orang tua dan guru hendaknya memahami latar belakang anak yang mengalami kesulitan atau lamban berbicara.  Komunikasi antara orang tua dan guru diperlukan dalam hal ini. Beberapa sebab kesulitan anak dalam berbicara antara lain :

pertama,  faktor dorongan keluarga, terutama ibu seharusnya lebih sering mengajak anaknya berkomunikasi baik dengan cara bermain maupun meniru kata-kata yang diucapkan. Seperti permainan "Cilukba", meniru suara-suara hewan. Maka hal ini akan membantu anak dalam perkembangan berbicara.

Kedua, kecerdasan, anak yang cerdas akan lebih mudah menangkap stimulus-stimulus yang diterimanya.

Ketiga, kematangan alat berbicara, misal tenggorokan, langit-langit, rongga mulut. Semakin matang alat bicara maka semakin berfungsi dengan baik. Jika masalah fisik dalam kematangan alat bicara mengalami gangguan, tentunya penanganan medis harus dilakukan.

Keempat, kesempatan, motivasi dan bimbingan untuk belajar berbicara. Jika orang tua dan guru tidak memberi motivasi dan kesempatan yang tinggi maka anak akan sulit untuk melatih perkembangan bicaranya.

   Dari keempat faktor tersebut, yang perlu dilakukan sebagai orang tua dan guru dalam menghadapi anak yang kesulitan atau lamban berbicara antara lain :

Pertama, membiasakan berbicara atau berkomunikasi kepada anak sesering mungkin dengan cara berhadapan langsung.

Kedua, ketika anak mulai berceloteh, dorong atau motivasi anak untuk mengucapkan kata yang dimaksud, Contoh, anak mengucapkan "Maem..maem...", ibu katakan "Maa..kan" dan sebagainya.

Ketiga, kenalkan nama-nama benda sekitar yang ditemui anak dengan kalimat atau kata yang jelas.

Keempat, saling merespon, misal dengan bermain bersama, sering memberi pertanyaan sederhana, bernyanyi, bercerita atau mendongeng.

Kelima, menambah kosa kata anak melalui kegiatan bermain, bernyanyi dan bercerita. *

*Sikhah, Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan Purwokerto Utara

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar