Kiat Mengajarkan Anak Mandiri Sedini Mungkin

     AnggunPaud - Mandiri berarti mampu berusaha sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Dengan sikap mandiri, anak-anak akan berusaha memecahkan kesulitan yang dihadapinya sendiri sebisanya, tidak menyulitkan orang lain.

     Anak mandiri tidak menonjolkan kekayaan, fasilitas, dan nama besar orang tua. Ia lebih senang jika keberhasilannya berasal dari kemampuannya sendiri, bukan atas bantuan orangtua. Beberapa keunggulan anak mandiri, antara lain : cerdas dalam berfikir dan bertindak, cekatan, tidak boros, dan punya sikap prihatin, serta kuat dalam menghadapi rintangan dan masalah.

     Berbeda dengan anak yang manja, mereka cenderung lebih cengeng, kurang kreatif, sombong, meremehkan orang lain, dan boros dalam hal keuangan. Walaupun tidak ada orang tua yang berharap masa depan anak suram, setidaknya bila diajari hidup mandiri, ia akan lebih siap dalam menghadapi kesulitan kehidupan.

     Segala macam fasilitas dan kekayaan yang dimiliki orang tua, hendaknya tidak menjadi alasan bagi orang tua untuk memanjakan anak. Mungkin ada orangtua yang beralasan ia sendiri terlahir dari keluarga yang pas-pasan dan sewaktu kecil selalu mengalami kesulitan keuangan. Atas usahanya, ia berhasil menjadi orang kaya. Karena tidak ingin anaknya mengalami pengalaman yang sama dengannya, ia memanjakan sang anak dengan uang dan fasilitas melimpah. Walaupun maksudnya baik, hal ini secara berjangka panjang berdampak buruk bagi anak.

     Salah satu kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan orangtua adalah memberi uang saku berlebih. Dikhawatirkan hal tersebut akan membuat anak menjadi manja dan tidak menghargai nilai uang. Perhatian dan kasih sayang kepada anak, akan lebih baik bila diberikan dalam batas kewajaran.

     Ada dua ilmu kemandirian yang dapat melatih kemandirian anak, yaitu : Pertama, kemandirian ekonomi, yang membuat anak mampu mempertahankan kehidupan tanpa mengandalkan bantuan keuangan dari orang lain. Misalkan anak ingin membeli barang yang harganya cukup mahal. Kalau dididik untuk mandiri secara keuangan, ia tidak akan meminta kepada orang tua untuk membelikannnya, namun berusaha mencari cara untuk bisa membelinya dengan uang sendiri. Uang itu bisa berasal dari tabungannya atau dari upaya mendapatkan uang tambahan.

     Kedua, kemandirian sikap anak, yang membuat anak bersikap positif karena kemandirian mendorongnya mengerjakan sesuatu lebih baik dan tidak bergantung pada orang lain. Kemandirian sikap akan menjadikan anak pribadi yang kuat dalam mengatasi berbagai rintangan. Jiwa kemandirian memengaruhi pola pikirnya menjadi lebih cerdas sehingga ia dapat mengatasi problem kehidupan dan tidak menjadi anak yang cengeng.

Sumber gambar : www.tipsanakbayi.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar