Mengatasi 'Kegaduhan' di Sekolah

     AnggunPaud - Pernahkan melihat anak yang sedang bermain-main dengan teman-temannya tiba-tiba gaduh? Belum sampai lima menit mereka bertemu, sudah ada yang kejar-kejaran sambil berteriak, ada yang jatuh, akhirnya menangis. Permainan yang tadinya hanya ‘pura-pura’ akhirnya berkelahi sungguhan pada waktu yang singkat.

     Hal ini biasa terjadi pada anak usia dini, tidak hanya anak laki-laki tapi juga anak perempuan. Suasana seperti ini bisa muncul kapan saja, tetapi biasanya suasana seperti ini muncul saat anak-anak istirahat atau bermain bebas di sekolah. Anak-anak sangat aktif sehingga sulit di hentikan atau ditenangkan hanya dengan kata, “diam!” atau “anak-anak ayo berhenti jangan berkelahi!”

     Dalam keadaan gaduh dan aktif anak-anak cenderung sulit untuk mengendalikan diri. Sulit bagi mereka untuk menjadi normal kembali dengan usaha mereka sendiri. Tetapi bagaimanapun juga mereka harus bisa ditenangkan agar mereka dapat bermain dengan nyaman dan menyenangkan.

     Dalam menghadapi kegaduhan seperti di kelas, banyak guru bersikap keras kepada anak didik mereka, beberapa guru bahkan mengancam anak-anak didik mereka untuk menghentikan kegaduhan itu. Padahal memarahi atau mengancam anak-anak dengan hukuman bukan cara yang tepat untuk mengatasi situasi seperti ini.

     Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menenangkan anak yang sedang gaduh.

     Pertama, sebagai guru kita tidak boleh panik. Untuk mengatasi kegaduhan seperti itu, cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan-lahan. Dengan cara seperti ini anda akan memperoleh ketenangan. Guru harus dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari aktivitas yang sedang dimainkannya dengan cara memukul sirine, gong, atau benda-benda lain yang berbunyi keras. Piring dengan sendok yang saling dipukulkan selama beberapa detik juga bisa memberi efek kejutan pada anak.

     Dari suara yang dihasilkan anak-anak mendapat kejutan melalui suara yang didengar. Pada waktu mereka terkejut mereka akan diam sejenak. Pada saat terdiam sejenak itulah saatnya guru membisikkann suatu pesan dengan suara atau nada lirih dan berbisik, sehingga hanya bisa terdengar saat mereka diam semua. Setelah anak-anak diam dan tenang, guru dapat melakukan suatu permainan, mendongeng, atau relaksasi, buat suasana kelas gelap dan anak-anak diminta untuk tiduran, kemudia kita nyanyikan lagu “nina bobo”.

     Kedua, ubah kegaduhan dengan suatu permainan. Setelah anak-anak tenang, guru dapat mengubah kegaduhan menjadi permainan. Guru bisa mengajak anak-anak menirukan gerakan binatang, atau gerakan pohon tertiup angin. Misalnya, ketika melihat Alfa marah-marah, guru bisa mengalihkan perhatian Alfa dengan menunjuk Alfa memerankan tokoh harimau yang menyelusup. Aurel yang tidak bisa diam selalu bergerak ke sana ke mari, bisa kita tunjuk menjadi kelinci. Aldo dan Anis yang sedang bertengkar bisa dijadikan harimau yang sedang mengaung.

     Setelah anak mendapat peran masing-masing, sebelum permainan dimulai ajak anak untuk berdiskusi dan guru mengarang cerita singkat dan meminta anak untuk memperagakan perannya masing-masing.

     Ketiga, Saat terjadi kegaduhan dikelas guru harus dapat memegang kendali. Saat kegaduhan anak bisa kita alihkan ke dalam suatu permainan, guru harus tetap memegang kendali agar tidak terjadi kegaduhan lagi. Dibutuhkan ketrampilan guru agar anak tetap terkendali dan tujuan dapat tercapai. Namun demikian sikap santai dan bersahabat pada anak-anak tetap diperlukan.*

*Siti Munfarijah, Guru dan Kepala TK Diponegoro 146 Kalibogor

Sumber gambar : www.keluarga.my

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar