Tips Tinggalkan Anak di Rumah Tanpa Rewel

     AnggunPaud - Banyak orang tua yang merasa kesulitan menghadapi situasi ketika harus meninggalkan anak di rumah. Ketika pamit pada anak, ia malah menangis dan rewel tidak mau ditinggal. Apa boleh buat, orang tua harus menenangkannya dan menjadi terlambat tiba di tempat kerjaanya. Kalau sudah begitu, tak sedikit orang tua yang mengambil jalan pintas dengan meninggalkannya diam-diam, menitipkan anak kepada nenek dan kakeknya, membohongi si anak, bahkan ada pula yang memarahinya.

     Jalan pintas seperti itu memang baik, namun itu hanya sebatas anak agar tidak rewal dan tidak mendidik. Bahayanya adalah anak akan meniru kebiasaan orang tuanya yang suka berbohong dan marah-marah. Memang untuk mengatasi situasi seperti itu agak sulit, terlebih jika sebelumnya anak sangat lengket dengan orang tua. Lalu bagaimana cara tinggalkan anak di rumah tanpa rewal yang mendidik? Berikut akan dijelaskan tips bagi orang tua yang akan meninggalkan anak di rumah tanpa rewel.

Pertama, saat Anda sedang berada di rumah pada hari libur, sering-seringlah mengatakan bahwa besok akan pergi bekerja, tetapi kepergiannya hanya sebentar karena sore akan kembali lagi bermain bersama anak. Alasan mengapa Anda bekerja pun terkadang perlu diungkapkan. Sebagai contoh:  "supaya Bunda dapat uang untuk membeli mainan”. Sehingga anak merasa senang dan penuh harap saat ditinggal.

Kedua, sedini mungkin kembangkan kemandirian anak supaya ia tidak cengeng, seperti minum sendiri dari gelas, bisa mengatasi rasa sakit ketika terjatuh, mengambil mainan dari boks, dan lainnya sehingga ia tidak selalu bergantung pada Anda. Ini menjadi modal penting bagi anak untuk bisa tenang saat ditinggal pergi.

Ketiga, jangan lupa siapkan kegiatan anak selama orang tua berada di tempat kerja agar ia tak bosan dan membuatnya rewel dengan selalu menanyakan keberadaan Anda. Pilih kegiatan yang bermanfaat tapi menyenangkan buat anak. Misalnya melakukan permainan edukatif, membacakan dongeng, aktivitas fisik untuk melatih kemampuan motoriknya. Jangan hanya memfasilitasi dengan tontonan televisi sebab anak butuh aktivitas motorik yang aktif. Untuk mendukung kegiatannya, sediakan mainan yang disukai anak seperti boneka, mobil-mobilan, bola, dan lainnya.

Keempat, usahakan pulang tepat waktu sebagai wujud janji kepada anak bahwa Anda akan pulang secepatnya. Usahakan pulang sebelum anak tidur sehingga ia bisa merasakan bahwa benar orang tuanya akan kembali lagi. Jika Anda pulang larut dan anak sudah tidur kemungkinan besar ia akan sulit ditinggalkan keesokan harinya. Jika terpaksa pulang larut sebaiknya hubungi anak dan kabari bahwa Anda akan pulang larut malam, lalu berjanjilah bahwa besok akan pulang lebih awal.

Selamat mencoba dan percayalah, lama kelamaan anak akan mengerti dan Anda tak akan lagi kesulitan kala hendak meninggalkannya.

sumber gambar : warungkopi.okezone.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar