Yuk! Ajak Anak Peduli Lingkungan

     AnggunPAUD – Aktivitas kehidupan anak tidak bisa terlepas dari lingkungan yang ada disekitarnya yaitu lingkungan alam dan lingkugan sosial. Lingkungan alam adalah tempat dimana kita menghirup udara segar,  mendengar burung berkicau di pagi hari, dan lain sebagainya. Sedangkan lingkungan sosial, misalnya bermain bersama teman dan menjaga kesehatan.

    Sikap peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang berupaya mencegah kerusakan atau ketidaknyamanan pada lingungan di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki ketidaknyamanan pada lingkungan yang sudah terjadi. Dewasa ini kepedulian orang terhadap lingkungan semakin hari semakin menurun, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

    Masih sedikit sekali orang yang peduli pada lingkungannya baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Di sekolah-sekolah masih banyak ditemukan siswa kurang peduli pada lingkungannya. Kesadaran siswa dalam membuang sampah ditempatnya, tidak mencorat-coret tembok atau meja, menyiram air saat ke toilet, tidak mengembalikan mainan pada tempatnya dan masih banyak lagi pemandangan yang bisa kita lihat dari ketidakpedulian kita pada lingkungan.

    Di tempat umum misalnya masih banyak kita temui orang tua maupun anak-anak dengan seenaknya membuang sampah sembarangan di pasar, terminal, toilet umum, dan lain sebagainya. Lingkungan yang kotor dan bau sampah, bisa menjadikan hidup kita menjadi tidak sehat dan tidak nyaman.

    Pola pikir kita yang masih menganggap bahwa tugas menjaga kebersihan hanya milik para pesuruh, pembantu dan petugas kebersihan. Padahal sikap peduli lingkungan merupakan bagian dari penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah mulai dari PAUD sampai dengan pendidikan selanjutnya. Namun kenyataannya banyak pendidik ataupun orang tua belum mampu menanamkan nilai-nilai karakter pada anak dalam hal sikap peduli lingkungan.

    Untuk itu,  diperlukan upaya baik oleh guru ataupun orang tua di rumah untuk menanamkan nilai-nilai karakter terutama terhadap kepedulian lingkungan sejak usia dini. Selain itu, memberi pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya memelihara lingkungan sangat baik diterapkan melalui pendidikan di sekolah. Misalnya melalui cerita tentang pentingnya menjaga lingkungan dan akibat orang yang tidak menjaga lingkungan.

    Tanamkan pengetahuan kepada anak-anak kita akan pentingnya menjaga lingkungan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman. Aplikasikan kepedulian lingkungan dengan menyediakan tempat sampah di setiap ruang kelas dan halaman sekolah dan beri kata-kata motivasi agar anak tergerak untuk membuang sampah pada tempatnya. Misal kata-kata motivasi itu adalah “Kebersihan Sebagian dari Iman” “Anak Cantik dan Ganteng pasti Bersih” dan lain sebagainya.

    Untuk menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan juga dapat dilakukan dengan memberikan keteladanan kepada anak-anak. Misalnya ketika kita melihat mainan anak berserakan kita sebagai orang tua memberi contoh secara langsung dengan mengajak anak bersama-sama untuk membereskan mainan tersebut kembali ke tempat mainan.,Jika anak terbiasa melihat orang tua atau gurunya hidup bersih, maka anak-anak akan dengan mudah diarahkan untuk mengerjakan hal serupa. 

  Membuat jadwal piket setiap hari untuk anak berdasarkan kelompok pada kelas masing-masing bisa dilakukan untuk menumbuhkan sikap kepedulian pada lingkungan.Setiap hari sebelum atau sesudah kegiatan anak-anak sesuai kelompoknya diberi jadwal untuk membersihkan kelas. Upaya lain, menciptakan berbagai karya seni dalam pembelajaran dengan cara memanfaatkan bahan bekas yang semula kita anggap sampah dapat diubah menjadi kerajinan tangan dapat kita berikan untuk menumbuhkan sikap kepedulian kepada lingkungan. Misal membuat tas dari bungkus bekas snack kemasan, membuat lampion dari bahan bekas botol air mineral, dan lain sebagainya.

    Pemberian motivasi juga bisa diterapkan agar anak peduli dengan lingkungan. Pemberian motivasi bisa melalui reward (penghargaan) untuk anak yang sudah mampu melakukan kepedulian terhadap lingkungan dalam bentuk pujian ataupun hadiah dan kepada anak yang masih belum bisa menerapkan ataupun melanggar diberikan punishment (sanksi atau hukuman) tentunya disesuaikan dengan perkembangan usia anak.*

*Siti Munfarijah, Guru dan Kepala TK Diponegoro 146 Kalibogor.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar