Mendidik Anak Bersikap Sopan dan Santun

    Anggunpaud - Sopan santun menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah budi pekerti yang baik; tata krama; peradaban; kesusilaan. Bersikap sopan santun sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai orang tua kita hendaknya mampu mengajarkan cara bersikap sopan santun kepada anak sejak dini, agar kelak dewasa anak akan dapat hidup bermasyarakat. 

     Hendaknya kita sebagai orang tua dapat menciptakan lingkungan yang baik agar perilaku anak kita dapat berkembang dengan baik. Ada beberapa cara mendidik anak agar dapat bersikap sopan dan santun :

Pertama, Jadilah orang tua yang selalu memberi contoh dan keteladanan.  Masa usia dini adalah masa meniru, dimana orang tua menjadi panutan bagi mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu menunjukkan dalam kehidupan sehari-hari sikap baik, sopan dan santun dihadapan anak. Sebagai contoh  mengajak bersalaman ketika ada tamu datang ke rumah kita. Bertutur kata yang baik, dan tidak berteriak saat berbicara, dan lain sebagainya, karena sikap dan perilaku orangtua sehari-hari dapat ditiru oleh mereka. Usia dini merupakan pondasi awal terbentuknya kepribadian dan perilaku anak agar dapat berkembang baik.

Kedua, Mulailah dari hal-hal kecil atau peristiwa sehari-hari yang sering dialami anak seperti mengingatkan anak untuk selalu mengucapkan terima kasih ketika diberi, Memberi dan menjawab salam ketika bertemu, meminta maaf bila bersalah, membiasakan kata permisi jika meminta izin, tidak segan untuk meminta tolong jika membutuhkan bantuan.

Ketiga, Ajaklah anak untuk bersilaturahmi bila ke rumah teman, saudara atau tetangga. Ajarkan bagaimana kita bertamu, ajarkan anak untuk tidak pemalu, senyum dengan lawan bicara dan libatkan anak-anak dengan percakapan sederhana saat kita berkunjung atau dikunjungi teman, saudara, maupun tetangga.Beritahu ke anak kita bahwa sikap sopan santun dapat membantu kita menjalin hubungan dan mempunyai banyak teman atau saudara.

Keempat, Beritahu anak-anak kita agar sopan dan santun dalam berbicara baik dengan orang tua, teman ataupun saudara, karena anak-anak mudah sekali meniru kata-kata yang mereka dengar dari teman, televisi, radio ataupun lingkungan main sekitarnya. Tanamkan pada diri anak untuk dapat memilih perkataan yang baik dan sopan. Misalnya dengan menyebut nama saat berbicara dengan orang tua “Ayah, Ade mau berangkat ke sekolah dulu ya...” “ Ibu, boleh ya, Ade meminta ijin untuk bermain...” dan lain sebagainya. 

Kelima, Beri pengertian kepada anak untuk tidak berteriak saat berbicara atau memanggil teman, orang tua, maupun saudara. Berbicara dengan orang lain tidak boleh berjauhan sehingga suara kita harus dikeraskan. Mendekatlah dengan lawan bicara kita. Beri pengertian kepada anak lingkungan kita bukan di hutan seperti Tarzan yang harus berteriak-teriak saat berbicara.

Keenam, Jika anak sesekali berbuat tidak sopan, kita sebagai orang tua tidak boleh marah dan berbicara keras di hadapan anak. Jaga perkataan kita agar dengan intonasi yang tenang kita ingatkan anak dan terus memberi semangat untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Ketujuh, Terus memotivasi anak akan selalu bersikap sopan dan santun dan beri pujian atau hadiah ke anak apabila anak sudah mampu bersikap sopan dan santun tanpa diingatkan.  Hal ini akan membuat anak-anak kita dapat tampil percaya diri, dan kelak dewasa dapat tampil menjadi anak yang sopan, santun dan bisa menghargai orang lain.*

* Siti Munfarijah, Guru dan Kepala TK Diponegoro 146 Kalibogor.

Bagikan Artikel Ini

Komentar (1)

  • Ida Munfarijah

    Terima kasih buat semua yang sudah nge-Like semoga artikel ini bermanfaat untuk pendidikan anak-anak indonesia agar menjadi anak-anak yang berkarakter mulia.

    2017-05-09 05:26:00

Silahkan Login untuk memberi komentar