Memperkenalkan Seni

    AnggunPaud -  Seni menjadi keterampilan yang perlu dimiliki oleh anak. Walaupun tidak menjadi prioritas utama, namun seni penting untuk dikenalkan pada anak. Salah satunya agar anak mempunyai kreativitas yang tinggi. Kreativitas identik dengan kemampuan seseorang dalam mencipta dan menghasilkan suatu produk. Oleh karena itu berkesenian merupakan cara yang tepat digunakan sebagai media seseorang berlatih menajamkan dan mengembangkan kreativitas dalam anak.

   Dalam beberapa pengertian yang diberikan oleh ahli, seni juga identik dengan estetika yang berkaitan dengan perasaan, selera, dan juga rasa sehingga berkesenian juga akan melatih ranah afektif anak. Seperti banyak hal lainnya, tentunya semua hal akan sangat optimal jika diajarkan sejak sedini mungkin. Sebab, di masa anak-anak yang menjadi masanya untuk mudah menyerap apa yang dilihat, didengar, dan dilakukannya.

     Oleh karena itu, sebagai guru PAUD tentunya kita menginginkan kreativitas anak berkembang dengan baik. Seni bisa kita ajarkan kepada anak dengan cara yang menyenangkan dan tentunya positif. Mengajarkan dan mengenalkan seni kepada anak tidak perlu dengan kegiatan yang disengaja namun bisa juga melebur dengan setiap kegiatan yang menyenangkan di sekolah.

      Mengajarkan seni tidak harus dengan cara khusus yang perlu dilakukan, namun ada beberapa cara yang mungkin bisa jadi pertimbangan dalam mengenalkan dan mengajarkan seni pada anak.  Berikut ini langkah sederhana memperkenalkan seni pada anak.

Pertama, tidak membatasi tapi dampingi dan arahkan anak dalam bereksplorasi. Banyak guru yang menginginkan peserta didiknya kreatif, namun di sisi lain membatasinya dalam berkreasi. Hal tersebut akan mungkin yang membuat anak menjadi malas lebih jauh mengenal seni, karena ia merasa kegiatannya tersebut tidak membuatnya merasa nyaman dan berkembang. Hindarkan melarang anak untuk menjadi pelukis kecil. Guru terkadang banyak yang langsung melarang anak ketika mewarnai sampai batas garis. Anak-anak perlu didampingi dengan diarahkan. Bukan melarangnya dengan kata “jangan”. Tidak berbeda jauh dengan seni musik, terkadang guru masih banyak melarang anak ketika mencoba memainkan alat musik di sekitarnya. Jika menurut guru akan membahayakan atau merusak alat musik sebaiknya guru memberikan alternatif pilihan alat musik yang sesuai dengan usia dan ukuran badannya.

Kedua, ajak anak melihat pameran seni. Silahkan ajak anak langsung bersentuhan dengan seni. Saat anak melihat langsung pameran seni anak akan belajar mengapresiasi seni. Kegiatan ini akan menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi anak. Anak akan banyak berpendapat setiap benda yang ada di pameran. Ini akan menjadi momen bagi guru untuk memotivasi anak dan menginspirasi anak dalam seni.

Ketiga, Melihat pentas drama atau teater. Seni tidak terbatas pada lukisan dan patung saja. Bermain peran juga menjadi bagian dari seni. Sekarang sudah cukup banyak pementasan drama atau pertunjukkan panggung menarik yang dikonsep untuk konsumsi anak-anak. Guru bisa memberikan dan memperlihatkan nilai-nilai kehidupan kepada anak. Sebab, biasanya di setiap cerita yang disajikan selalu ada pesan yang bisa diajarkan untuk anak. Pementasan drama atau teater bisa membantu mengembangkan imajinasinya akan karakter-karakter yang ada pada drama. Ini juga dapat sebagai ajang mengetahui pemahaman anak tentang cerita yang ada pada pertunjukkan drama yang sudah dilihatnya.

Keempat, melihat pertunjukkan musik. Bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan seni ialah musik. Kegiatan bermusik merupakan salah satu kegiatan yang banyak selalu disukai oleh orang-orang. Musik yang dikenal juga mampu membantu mengoptimalkan kecerdasan dari seseorang perlu dikenalkan juga pada anak. Perkenalan dengan musik dimulai dengan mengajaknya mengunjungi pertunjukan musik. Namun, perlu diperhatikan dalam memilih sajian musik yang sesuai dengan usianya. Sebab, tidak jarang guru yang memperkenalkan musik yang kurang pas dengan tahapan usianya. Sajikan pertunjukkan musik anak-anak. Saat anak melihat pertunjukkan musik, tak jarang membuat anak tertarik terhadap musik. Disinilah peran guru untuk memfasilitasi anak untuk menyediakan alat musik sehingga anak dapat mengeksplorasi hasil dari pengamatannya.

   Menyadari jika berkegiatan seni memiliki manfaat yang besar untuk perkembangan anak, maka guru harus mulai memberikan dan mengajak anak untuk mencintai seni. Kegiatan seni yang menyenangkan dan tidak membosankan akan memberikan semangat bagi anak untuk mempunyai kemampuan seni. Setelah guru mengenalkan anak, tentunya guru perlu memfasilitasi dengan mendukung dan memberikan kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan seni anak.

sumber gambar : www.kantinilmu.com

Bagikan Artikel Ini

Komentar (0)

Silahkan Login untuk memberi komentar